Proyek WC di Desa Margo Rukun Diduga Tak Transparan, Warga Minta Penegakan Hukum

GemaNusantaraNews.com,Tanjung Jabung Barat – Jambi
Program pembangunan fasilitas WC yang diberikan kepada warga Dermaga, Desa Margo Rukun, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, menuai sorotan tajam dari masyarakat setempat. Proyek yang semestinya memberikan kenyamanan bagi warga justru menimbulkan kecurigaan karena diduga tidak transparan dalam pelaksanaannya.

Salah satu bentuk ketidaktransparanan yang dipersoalkan warga adalah tidak adanya papan informasi atau Rencana Anggaran Biaya (RAB) di lokasi proyek. Papan proyek tersebut seharusnya menjadi bentuk keterbukaan publik atas anggaran yang digunakan dan siapa pelaksana kegiatan.

Seorang warga berinisial SR, yang mewakili keresahan warga lainnya, menyampaikan kepada media ini bahwa ketiadaan papan proyek menjadi pertanyaan besar. “Harusnya proyek seperti ini dilengkapi papan RAB, supaya masyarakat tahu berapa anggaran dan siapa pelaksananya. Tapi ini tidak ada sama sekali,” ujarnya.

Baca juga :  Sinergi Polisi dan Warga: Kunci Utama Kamtibmas yang Kondusif di Pasar Baturaja Lama

Tak hanya SR, beberapa warga lain yang enggan disebutkan namanya juga menyampaikan kekecewaan atas pelaksanaan proyek ini. Mereka menilai bahwa hal ini merupakan bentuk pengabaian terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas yang seharusnya dijunjung tinggi dalam proyek pembangunan desa.

“Masyarakat di wilayah ini masih banyak yang bisa dibodohi, Pak. Tolong bantu kami agar berita ini dinaikkan. Biar semua pihak yang terlibat tahu kalau kami warga tidak tinggal diam,” tambah SR dengan nada geram. Warga lainnya juga berharap agar aparat terkait segera melakukan pengecekan dan penyelidikan atas proyek tersebut.

Baca juga :  Sinergi Nyata OKU Timur dan BAZNAS Wujudkan Kesejahteraan, dari UMKM hingga Lansia Dapat Perhatian

Mereka mencurigai adanya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek WC tersebut dan meminta agar hal ini segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait. “Kami tidak ingin hal ini terus berulang. Harus ada efek jera agar ke depannya tidak ada lagi yang bermain-main dengan hak masyarakat,” tandas salah satu warga lainnya.

Kejadian ini menunjukkan bahwa masih perlu pengawasan ketat dalam pelaksanaan proyek pemerintah di tingkat desa. Partisipasi dan kontrol sosial dari masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan bahwa setiap program benar-benar memberikan manfaat dan dijalankan secara jujur.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek belum berhasil dimintai keterangan. Media ini akan terus melakukan penelusuran dan mengawal perkembangan kasus tersebut, demi tegaknya keadilan dan keterbukaan informasi publik.

Baca juga :  TOGETHER WE CAN "Gelar Webinar Kombel SMA N2 Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan.

(GNN – APRIANDI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *