Polsek Baturaja Timur Fasilitasi Mediasi, Kesalahpahaman Remaja di Kemalaraja Berakhir Damai

Baturaja OKU, SUMATERA SELATAN,GemaNusantaraNews.com – Polsek Baturaja Timur, Polres Ogan Komering Ulu (OKU), mengambil langkah cepat dengan memfasilitasi penyelesaian masalah yang melibatkan sekelompok remaja di wilayah hukumnya.

Kegiatan problem solving tersebut digelar untuk meredam potensi konflik berkepanjangan akibat kesalahpahaman antar teman sepermainan yang sempat memanas di Kelurahan Kemalaraja.

Proses mediasi yang mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan ini berlangsung di Aula Polsek Baturaja Timur pada Rabu (25/2/2026), sekitar pukul 15.00 WIB.

Peristiwa yang menjadi cikal bakal mediasi ini berawal dari adanya pengaduan masyarakat terkait keributan di RT 008/RW 001, Kampung Baru, Kelurahan Kemalaraja.

Kesalahpahaman yang awalnya sepele di kalangan anak-anak remaja tersebut ternyata berkembang menjadi cekcok mulut yang cukup panas.

Situasi dikabarkan sempat memanas hingga berujung pada adanya dugaan tindakan pengancaman di antara mereka, yang membuat warga sekitar merasa resah.

Kekhawatiran yang lebih besar datang dari para orang tua kedua belah pihak.

Mereka cemas jika perselisihan remaja ini tidak segera ditangani dengan serius, dikhawatirkan akan memicu aksi saling dendam di kemudian hari yang bisa berakibat lebih fatal.

Baca juga :  Luar Biasa Kampanye Cawako H.Arlan dan Wako Frengki,S.Kom.MM di Sungai Medang.

Atas dasar itulah, pihak keluarga kemudian melaporkan permasalahan ini kepada pihak berwajib untuk dicarikan solusi terbaik sebelum masalah tersebut melebar dan mengganggu ketentraman lingkungan.

Merespons laporan tersebut, Polsek Baturaja Timur segera bertindak dengan mengundang seluruh pihak yang terlibat untuk duduk bersama dalam satu meja.

Mediasi yang berlangsung di aula polsek tersebut dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Kemalaraja, Aipda Oval Indriansyah, S.H., yang bertindak sebagai fasilitator.

Hadir pula kedua belah pihak remaja yang berselisih, serta orang tua dan keluarga masing-masing untuk memberikan pendampingan penuh selama proses mediasi berlangsung.

Dalam arahannya, Aipda Oval Indriansyah menjelaskan bahwa akar permasalahan ini hanyalah kesalahpahaman komunikasi antar remaja yang tidak segera diluruskan.

Ia menegaskan pentingnya peran orang tua sebagai benteng pertama dalam pembentukan karakter dan pengendalian emosi anak.

“Keterlibatan keluarga sangat krusial dalam penyelesaian persoalan seperti ini, agar anak-anak tidak merasa sendiri dan memahami bahwa setiap masalah harus diselesaikan dengan kepala dingin,” ujarnya di hadapan para peserta mediasi.

Baca juga :  Pererat Sinergi Penegakan Hukum, Kapolres OKU Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Pengadilan Negeri Baturaja

Set melalui proses musyawarah yang mendalam, akhirnya tercapai beberapa poin kesepakatan yang disetujui oleh kedua belah pihak.

Kesepakatan pertama adalah kedua belah pihak saling memaafkan dan sepakat bahwa kejadian tersebut murni akibat kesalahpahaman yang tidak perlu dibesar-besarkan.

Sebagai langkah preventif, mereka juga berjanji untuk tidak akan mengulangi keributan serupa di masa mendatang dan akan senantiasa saling menghargai sebagai teman sepermainan yang tinggal di lingkungan yang sama.

Poin penting lainnya yang menjadi komitmen bersama adalah kesadaran bahwa tindakan mereka dapat berkembang menjadi permasalahan hukum yang lebih besar.

Sebagai bentuk tanggung jawab, kedua belah pihak menyatakan bahwa apabila di kemudian hari salah satu pihak kembali melakukan keributan, pengancaman, atau permasalahan serupa, maka mereka bersedia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia.

Hal ini sekaligus menjadi efek jera agar perdamaian benar-benar dijaga.

Sementara itu, Kapolsek Baturaja Timur AKP Azwan, S.H., M.H., melalui Kasi Humas AKP Ferri Zulfian, menyampaikan apresiasinya atas jalannya mediasi yang kondusif.

Baca juga :  Konferensi Pers Pengungkapan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Bareskrim Polri Dan Polda Jajaran

Menurutnya, penyelesaian masalah melalui problem solving seperti ini merupakan langkah preventif kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Kami mengimbau kepada para orang tua untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anaknya serta mengedepankan komunikasi yang baik. Dengan sinergi antara polisi dan masyarakat, kita cegah potensi konflik sejak dini,” pungkas AKP Ferri.

Kegiatan problem solving tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif hingga selesai.(red).