Polres OKU Timur Perkuat Integritas Lewat Sosialisasi Etika Profesi Polri

Gemanusantaranews.com,OKU Timur,Sumatera Selatan,28 Juli 2026 – Polres OKU Timur menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Etika Profesi Polri di Aula Wicaksana Laghawa pada Selasa (28/7).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis institusi dalam memperkuat pemahaman serta implementasi kode etik di seluruh jajaran kepolisian, guna menjawab dinamika tugas yang semakin kompleks di tengah masyarakat.

Sosialisasi ini dipimpin langsung oleh tim dari Subbidwabprof Bidpropam Polda Sumatera Selatan yang terdiri dari tujuh orang.

Mereka adalah AKBP Agustan Kesuma Nuryadin, S.H., M.Si. (Kasubbidwabprof), AKP Sofian Hadi, S.H., M.Si. (Kaur Standarisasi), IPDA A. Syaffri Hanafiah, S.E. (Pamin 2), IPDA Indah Utami, S.H. (Pamin 1), Briptu Rizsky Maulana H.S., S.H.

(Akreditor), Bripda Faisal Rahman Ahmadi (Akreditor), serta Risma Wardhani sebagai tenaga pendukung.

Kehadiran tim ini menegaskan keseriusan Polda Sumsel dalam membina etika profesi secara berjenjang hingga ke tingkat satuan wilayah.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh unsur personel Polres OKU Timur, mulai dari pejabat utama, para Kapolsek jajaran, perwira, bintara, hingga ASN Polri.

Baca juga :  Kapolda Sumsel di Lahat: Baksos, Khitanan Massal, dan Peresmian Gedung Intelkam Wujud Polri Presisi yang Humanis

Tidak ada satupun lapisan personel yang luput dari pembinaan ini, karena kesadaran etik harus tertanam secara merata di seluruh elemen institusi.

Hal ini sejalan dengan komitmen Polres OKU Timur untuk mewujudkan internal yang kuat dan bersih dari pelanggaran etika.

Dalam sambutannya, AKBP Agustan Kesuma Nuryadin menegaskan bahwa setiap personel Polri wajib menjunjung tinggi nilai-nilai etika, disiplin, dan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.

Menurutnya, pembinaan etika profesi bukan sekadar formalitas, melainkan langkah preventif yang sangat efektif untuk membentuk karakter personel yang profesional, humanis, serta mampu menjaga kepercayaan publik.

Ia juga mengingatkan bahwa citra institusi sangat ditentukan oleh perilaku sehari-hari setiap individu di lapangan.

Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif.

Peserta diajak membedah berbagai kasus nyata terkait pelanggaran kode etik, mekanisme penanganannya, serta sanksi yang berlaku.

Baca juga :  Gelar Coffe Morning, Kapolda Sumsel Tegaskan,Juragan Kita Adalah Masyarakat

Suasana diskusi berlangsung hangat namun serius, karena para peserta menyadari bahwa pemahaman yang benar tentang aturan etik adalah benteng utama untuk menghindari tindakan disiplin maupun pidana di kemudian hari.

Salah satu poin penting yang ditekankan adalah mekanisme pencegahan pelanggaran etik yang bersifat sistemik.

Tim pembina mendorong agar setiap satuan membangun budaya saling mengingatkan secara internal, tanpa menunggu adanya laporan atau pengaduan dari masyarakat.

Pendekatan preemtif dan preventif ini dinilai lebih efektif untuk menjaga marwah institusi daripada menunggu munculnya pelanggaran yang sudah terlanjur mencederai kepercayaan rakyat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel Polres OKU Timur semakin memahami secara utuh pentingnya implementasi etika profesi dalam setiap sendi tugas kepolisian.

Pemahaman yang matang akan mendorong terciptanya perilaku yang lebih tertib, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Dengan demikian, setiap personel tidak hanya menjadi pelaksana tugas, tetapi juga duta institusi yang merepresentasikan nilai-nilai luhur Polri.

Baca juga :  Polres OKU Timur Amankan 9 Truk Batubara Ilegal,Satu Sopir Kabur

Pada akhirnya, sosialisasi ini menjadi salah satu pijakan kuat bagi Polres OKU Timur dalam mewujudkan Polri yang Presisi Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, dan Berkeadilan.

Dengan integritas yang terus diasah dan profesionalisme yang dijaga bersama, Polres OKU Timur optimis dapat semakin dipercaya oleh masyarakat dan hadir sebagai pelindung, pengayom, serta pelayan yang humanis di tengah situasi apa pun.(Ihsan E)