Baturaja OKU Sumsel,GemaNusantaraNews.com –
Sebuah aksi heroik dari warga dan seorang jurnalis menyelamatkan nyawa seorang siswa Sekolah Menengah Pertama(SMP) di Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), pada Jumat (5/12/2025) siang. Siswa tersebut dikabarkan mencoba mengakhiri hidupnya dengan melompat dari Jembatan Ogan 4 ke dalam Sungai Ogan. Beruntung, kewaspadaan dan respons cepat sejumlah pihak di lokasi berhasil mencegah tragedi yang lebih besar.
Insiden yang menghentak masyarakat itu terjadi sekitar pukul 11.45 WIB.Korban diketahui berinisial RW (15), seorang siswa kelas 3 di SMP Xaverius Baturaja Barat. Saat kejadian, remaja itu masih mengenakan seragam olahraga sekolahnya, lengkap dengan sepatu. Usai pulang sekolah, ia terlihat langsung menuju jembatan yang berada di kawasan Baturaja Timur, dekat Gudang Garam, dengan mengendarai sepeda.
Di atas Jembatan Ogan 4,RW diduga melakukan persiapan untuk melompat. Ia meninggalkan tas sekolahnya serta sepeda yang dikendarainya. Tanpa banyak berpikir lagi, ia pun terjun ke dalam aliran Sungai Ogan yang berada di bawahnya. Namun, bobot tubuhnya yang cukup besar justru membuatnya kesulitan untuk mengapung dan berenang menuju tepian, sehingga nyawanya langsung terancam.
Teriakan histeris warga yang menyaksikan pemandangan itu memecah konsentrasi Endang Arianto,seorang warga yang sedang bersiap mandi di rakitan bambu untuk salat Jumat. Bersamaan dengan itu, seorang rekan media yang juga hendak menunaikan salat, menyadari ada orang yang membutuhkan pertolongan. Dengan sigap, keduanya bergerak menggunakan sebuah sampan kecil yang ada di lokasi untuk mendekati korban yang tengah berjuang di air.
Setelah upaya yang menegangkan,RW akhirnya berhasil ditarik ke atas sampan dan dibawa ke pinggir sungai tempat rakitan bambu berada. Kondisinya kritis; ia mengalami shock dan tidak sadarkan diri selama kurang lebih lima menit. Dengan dibantu warga sekitar, korban kemudian dibawa ke sebuah rumah warga untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Di sana, RW diberi air minum dan makanan setelah mulai menunjukkan tanda-tanda kesadaran.
Meski kondisi fisiknya mulai membaik,RW belum mampu memberikan keterangan yang koheren. Melalui keterangan sepintas dan upaya pelacakan, salah seorang personel media berinisial Iwan akhirnya berhasil mengidentifikasi identitas dan alamat korban. RW ternyata tinggal di daerah Air Gading, Lorong Mangga. Iwan segera menghubungi tetangga keluarga RW untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada orang tuanya.
Orang tua RW,yang bernama Rendi Wijaya, segera bergegas ke lokasi setelah mendapatkan kabar buruk tersebut. Dengan perasaan campur aduk, mereka kemudian membawa pulang anak mereka yang selamat dari maut. Hingga detik ini, anak tersebut telah berada dalam pengawasan dan pelukan keluarganya, mencoba memulihkan kondisi fisik dan mentalnya.
Meski insiden telah berakhir dengan penyelamatan yang berhasil,sebuah pertanyaan besar masih menggantung: apa yang mendorong seorang siswa SMP untuk mengambil langkah nekat tersebut? Motif di balik percobaan bunuh diri ini masih sama sekali belum terungkap. Insiden ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi semua pihak—keluarga, sekolah, dan masyarakat—untuk lebih peka terhadap tanda-tanda gangguan psikologis pada anak dan remaja, serta pentingnya membangun sistem pendukung dan komunikasi yang terbuka untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.(gnn – Endang).












