Musrenbang Desa Pantai Gemi Tuntaskan 8 Prioritas Pembangunan 2026

Gemanusantaranews.com,Pantai Gemi, Langkat Sumatera Utara – Pemerintah Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang) pada Selasa, 28 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung di balai desa setempat ini menjadi puncak penjaringan aspirasi warga untuk menentukan arah pembangunan desa sepanjang tahun anggaran 2026.

Seluruh elemen masyarakat turut dilibatkan guna memastikan setiap usulan lahir dari kebutuhan riil di lapangan.

Acara dibuka dengan susunan protokoler yang khidmat, diawali sambutan pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan doa yang dipimpin oleh Bapak Edy Candra Hasibuan.

Suasana musyawarah berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Pantai Gemi.

Kehadiran tokoh agama dan pemuda juga turut mewarnai jalannya diskusi kelompok.

Kepala Desa Pantai Gemi, Bapak Alpin, dalam sambutannya menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan momentum strategis untuk membangun desa secara partisipatif.

Baca juga :  Polres Langkat Dukung Ketahanan Pangan: Kapolres Langkat Hadiri Penanaman Jagung Serentak di Padang Tualang

Ia menyampaikan bahwa seluruh usulan yang masuk akan disaring berdasarkan tingkat urgensi, dampak ekonomi, dan ketersediaan anggaran.

“Kita ingin pembangunan 2026 benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya fisik tetapi juga pemberdayaan manusia,” ujarnya di hadapan peserta.

Hadir dalam forum tersebut unsur pimpinan kecamatan yang diwakili oleh Sekretaris Camat Stabat, Ibu Mahdalena Arahap, mewakili Kepala Seksi Pemerintahan dan Pelayanan (Kasi Tapem) Santun Nasution serta Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Kasi PMP) Indah Budi Darma Tarigan.

Dalam arahannya, Sekcam menekankan bahwa setiap usulan yang diajukan harus selaras dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Langkat.

Ia juga mengingatkan agar desa tidak membuat program yang tumpang tindih dengan kecamatan.

Kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) turut memperkuat sinergitas antarinstansi.

Babinsa Sertu Supriadi dan Bhabinkamtibmas Aipda Edi Pamhartono hadir menunjukkan dukungan penuh TNI-Polri terhadap kelancaran proses perencanaan pembangunan.

Baca juga :  Pastikan Transparan, Bhabinkamtibmas dan Tim Lakukan Monev APBDes Tahap I Desa Karya Mukti

Selain itu, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Langkat, Bernhard Matondang, serta bidan desa Lusiana Gultom dan Sri Retno Wulandari, juga aktif memberikan masukan teknis terkait program kesehatan dan pemberdayaan perempuan.

Dalam sesi diskusi kelompok, masyarakat mengajukan beragam usulan yang mencakup perbaikan infrastruktur jalan desa, rehabilitasi saluran irigasi pertanian, peningkatan layanan posyandu, serta pelatihan usaha mikro bagi ibu-ibu rumah tangga.

Usulan-usulan tersebut kemudian dibahas secara mendalam untuk menentukan skala prioritas.

Melalui mekanisme musyawarah mufakat, akhirnya disepakati delapan program unggulan yang akan menjadi fokus pembangunan Desa Pantai Gemi pada 2026.

Sebagai tindak lanjut, daftar usulan prioritas yang telah disepakati akan dibawa ke Musrenbang tingkat kecamatan untuk mendapatkan verifikasi dan alokasi anggaran lebih lanjut.

Proses ini memastikan bahwa suara masyarakat Pantai Gemi benar-benar terdengar hingga ke tingkat kebijakan daerah.

Dengan dokumen perencanaan yang matang, diharapkan realisasi pembangunan dapat berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga.

Baca juga :  Capaian PUTR Tiga Tahun Pimpin OKU Timur Enos Berhasil Bangun Jalan 736,73 kilometer.

Musrenbang Desa Pantai Gemi ditutup dengan harapan besar agar seluruh program yang direncanakan dapat terealisasi dengan maksimal.

Partisipasi aktif masyarakat sepanjang proses musyawarah menjadi modal sosial yang berharga bagi keberlanjutan pembangunan desa.

Pemerintah desa berkomitmen untuk mengawal setiap tahapan hingga implementasi, sehingga hasil Musrenbang tidak hanya menjadi dokumen, tetapi benar-benar menjadi gerakan nyata membangun Pantai Gemi yang lebih maju dan mandiri.(Arifin)