Lansia Pikun Ditemukan Selamat Setelah Lima Hari Hilang di Persawahan Ulu Ogan

Baturaja OKU,Sumatera Selatan,GemaNusantaraNews.com – Warga Desa Mendingin, Kecamatan Ulu Ogan, Kabupaten OKU, sempat digemparkan dengan hilangnya seorang nenek berusia lanjut sejak Kamis pekan lalu.

Pencarian yang dilakukan keluarga dan aparat desa akhirnya membuahkan hasil setelah korban ditemukan dalam kondisi lemah di area persawahan, Selasa (17/3/2026) pagi.

Korban bernama Unalia (81), seorang petani yang sehari-hari tinggal di Desa Mendingin.

Ia dilaporkan hilang setelah pamit pergi menuju kebun kopi miliknya pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 12.00 WIB.

Dari keterangan keluarga, korban saat itu berjalan kaki dengan tujuan ke arah Batu Libah atau sekitar Talang Beringin yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari pemukiman warga.

Kekhawatiran keluarga mulai muncul ketika korban tak kunjung kembali hingga hari berikutnya.

Informasi terakhir keberadaan korban justru datang dari seorang saksi bernama Yandri yang melihat Unalia pada Jumat, 13 Maret 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.

Baca juga :  Bupati OKU Timur Jawab Pandangan Fraksi DPRD: Fokus Infrastruktur, Insentif Nakes, dan Kamtibmas

Saat itu korban terlihat berada di area Hampao, tepatnya di pinggir Sungai Ogan yang berjarak sekitar dua kilometer dari desa, namun setelah itu keberadaannya kembali tidak diketahui.

Selama beberapa hari, keluarga bersama warga sekitar telah melakukan pencarian mandiri ke berbagai lokasi.

Wilayah yang telah dijelajahi antara lain sekitar desa, Lubuk Hase, arah Hampao, hingga Lubuk Layang-layang.

Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil karena medan yang cukup sulit dan luasnya area pencarian yang merupakan perkebunan dan persawahan warga.

Baru pada Senin, 16 Maret 2026 sekitar pukul 08.00 WIB, keluarga memutuskan untuk melaporkan kejadian ini secara resmi kepada Kepala Desa Mendingin, Martambang.

Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat untuk segera dilakukan pencarian bersama dengan melibatkan lebih banyak warga dari desa-desa tetangga.

Pencarian gabungan akhirnya membuahkan hasil pada keesokan harinya, Selasa, 17 Maret 2026 sekitar pukul 09.30 WIB. Korban ditemukan pertama kali oleh Kepala Desa Sukajadi, Haris Munandar, bersama rombongan warga yang turut serta dalam tim pencari.

Baca juga :  Bhabinkamtibmas Polsek Semidang Aji Jalin Keakraban dengan Warga Lewat Sambang Malam

Unalia ditemukan dalam kondisi terbaring lemah di area persawahan ulu yang berada di wilayah Desa Mendingin, berjarak sekitar satu jam perjalanan kaki dari perkampungan.

Kapolsek Ulu Ogan Ipda Omi F, S.E., melalui Kasi Humas Polres OKU AKP Ferri Zulfian membenarkan penemuan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Mendingin untuk mendapatkan penanganan medis.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan, kondisi korban dalam keadaan sehat meskipun mengalami kekurangan cairan akibat lima hari berada di lokasi terpencil,” jelas AKP Ferri.

Diketahui dari keterangan keluarga, korban memiliki riwayat pikun dan kerap kali berjalan kaki seorang diri hingga ke desa-desa lain di wilayah Kecamatan Ulu Ogan, bahkan pernah mencapai wilayah Kecamatan Pengandonan.

Baca juga :  Razia Gabungan Tertibkan Tempat Hiburan Malam di OKU, 147 Botol Miras Disita

Kebiasaan tersebut membuat pihak keluarga awalnya mengira korban hanya tersesat dan akan kembali dalam beberapa hari. Pasca penemuan korban, situasi di wilayah tersebut terpantau aman dan kondusif.

Pihak kepolisian mengimbau keluarga agar meningkatkan pengawasan terhadap korban guna mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali, sekaligus berkoordinasi dengan pihak Puskesmas untuk memastikan kondisi kesehatan korban tetap terpantau secara berkala.(red)