Tanjung Jabung Barat,Jambi, GemaNusantaraNews.com –
Di Desa Lumahan,Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, sebuah proses krusial tengah bergulir. Pendataan ulang calon penerima bantuan dana Kesejahteraan Sosial (Kesra) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia resmi dimulai pada hari ini 2 Desember 2025,Langkah ini menjadi penanda komitmen untuk memperbaiki akurasi dan keadilan dalam penyaluran bantuan sosial di tingkat akar rumput.
Aktivitas pendataan ulang ini bukanlah tindakan spontan,melainkan tindak lanjut dari musyawarah yang digelar pada pagi hari sebelumnya. Pertemuan tersebut dihadiri secara langsung oleh pendamping program dari Kementerian Sosial RI dan perangkat desa, dengan agenda utama membahas teknis pelaksanaan. Tujuannya jelas: memastikan program bantuan ini tepat sasaran, dilaksanakan secara transparan, dan berdasar pada data kondisi sosial ekonomi warga yang valid dan terkini.
Proses pengumpulan data dipercayakan sepenuhnya kepada para Ketua Rukun Tetangga(RT) di seluruh wilayah Desa Lumahan. Mereka akan mendata warganya secara langsung selama empat hari ke depan. Hasil akhir pendataan ini kemudian dibebani tenggat waktu yang ketat: harus sudah rampung dan diserahkan kepada pihak statistik kabupaten dalam lima hari ke depan untuk menjalani proses verifikasi dan validasi tahap lanjutan.
Di tengah proses tersebut,harapan besar sekaligus kecemasan warga mengemuka. Seperti disampaikan Puji, atau yang akrab disapa Bu’ Poh, istri dari Marjuni, warga RT 08 Parit Ilahi. Dengan penuh harap, ia mengungkapkan keinginan kolektif warga, “Kami semua di sini berharap agar pendataan dan pembagian bantuannya nanti benar-benar adil. Jangan sampai ada yang sudah mampu masih dapat, sementara yang susah malah tidak terdata.”
Bu’Poh juga menekankan prinsip keterbukaan sebagai kunci penerimaan masyarakat. “Selama prosesnya jelas dan semua warga bisa mengetahui hasil pendataan, saya yakin masyarakat bisa menerima dengan lapang dada. Yang penting jujur dan merata,” tegasnya. Baginya dan banyak warga lainnya, bantuan Kesra ini memiliki nilai ganda: bukan hanya sekadar suntikan finansial, tetapi juga bentuk dukungan moral dan perhatian nyata pemerintah di tengah tekanan ekonomi yang mereka hadapi.
Harapan serupa disampaikan oleh warga lain,Tumirah, istri dari Pak Sabar, yang berasal dari RT 013 Parit Andin. Pandangannya sejalan, menekankan bahwa kelancaran program harus berbanding lurus dengan manfaat langsung yang diterima masyarakat, khususnya bagi keluarga-keluarga yang masuk dalam kategori rentan dan paling terdampak secara ekonomi.
Pemberian mandat kepada Ketua RT dalam proses ini menempatkan mereka pada posisi ujung tombak yang penuh tantangan.Di satu sisi, mereka diharapkan mampu mengumpulkan data yang objektif. Di sisi lain, mereka berada dalam tekanan dinamika sosial di lingkungan terkecil, yang berpotensi memunculkan intervensi atau konflik kepentingan jika tidak dikelola dengan prinsip kejujuran dan keterbukaan yang tinggi.
Dengan dimulainya pendataan ulang ini,suasana di Desa Lumahan diwarnai oleh harapan yang berpadu dengan kehati-hatian. Warga menanti dengan cermat, berharap setiap tahapan—dari pendataan RT, verifikasi statistik kabupaten, hingga penyaluran akhir—dapat berjalan dengan integritas yang terjaga. Kesuksesan program ini tidak hanya akan diukur dari cepatnya bantuan tersalur, tetapi lebih pada terpenuhinya rasa keadilan dan kontribusinya yang nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Lumahan secara menyeluruh.(gnn – Apriandi).












