GemaNusantaraNews.com, OKU Baturaja –
Kapolsek Baturaja Barat, AKP Toni Zainuddin, SH., MM., mengambil langkah tegas untuk memberantas aksi premanisme dan pungli (pungutan liar) di wilayah hukumnya. Fokus penindakan difokuskan di Jalan Lintas Sumatra, Kelurahan Batukuning, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Langkah ini diambil karena maraknya keluhan warga tentang aktivitas yang mengganggu ketertiban dan meresahkan masyarakat. 
Pada Rabu, 21 Mei 2025, Kapolsek Baturaja Barat menggelar rapat koordinasi di Kantor Lurah setempat. Hadir dalam pertemuan tersebut Lurah Batukuning Ricky Sefriansyah, Kasi Pemerintahan Kelurahan Batukuning Anton Pengabdian, A.Md., tokoh masyarakat H.M. Azim, serta sejumlah ketua RT dan RW. Rapat ini bertujuan menyusun strategi bersama untuk menekan praktik premanisme dan pungli.
Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., mendukung penuh inisiatif Kapolsek Baturaja Barat ini. Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian, pemerintah kelurahan, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib. Ia juga menegaskan bahwa premanisme dan pungli tidak hanya meresahkan, tetapi juga mengancam stabilitas keamanan wilayah.
Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa langkah pertama yang akan dilakukan adalah pendekatan persuasif. Tokoh masyarakat dan perangkat RT/RW diminta untuk membantu mengumpulkan data pelaku, termasuk nama, alamat, dan latar belakang keluarga. Data ini akan digunakan sebagai bahan pembinaan sebelum tindakan hukum diambil.
Kapolsek Toni Zainuddin menekankan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat diimbau untuk aktif melaporkan setiap aksi premanisme atau pungli yang mereka temui kepada perangkat desa atau kepolisian. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Butuh mata dan telinga warga untuk memberantas praktik ini,” ujarnya.
Aksi premanisme dan pungli dinilai sangat merugikan masyarakat, terutama dalam aktivitas ekonomi dan sosial. Pelaku sering kali memaksa kehendak atau mengambil keuntungan secara tidak sah, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dan ketakutan di kalangan warga.
Lurah Batukuning Ricky Sefriansyah menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh upaya Polsek Baturaja Barat. Ia berharap, dengan sinergi yang baik antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat, praktik premanisme dan pungli dapat diminimalisir bahkan dihilangkan.
Kapolsek Toni Zainuddin menutup dengan pesan tegas: “Aksi premanisme dan pungli adalah musuh kita bersama. Mari kita lawan dengan kekompakan dan kepatuhan hukum.” Masyarakat diharapkan tidak takut melapor dan bersikap proaktif dalam menjaga keamanan lingkungan. 
Sumber Humas Polres OKU
(GNN – Red)












