GemaNusantaraNews.com,OKU Baturaja, 11 Agustus 2025 – Dalam rangka mengantisipasi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., menghadiri Apel Gelar Pasukan yang digelar di Halaman Pemkab OKU, Senin (11/08/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pj. Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, S.STP., M.M., M.Pd., serta dihadiri unsur Forkopimda OKU dan instansi terkait.
Apel Gelar Pasukan ini bertujuan memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi ancaman karhutla yang kerap terjadi di Sumatera Selatan, khususnya di wilayah OKU. Dengan koordinasi yang solid, diharapkan upaya pencegahan dan penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat dan efektif.
Dalam pelaksanaan apel, berbagai peralatan penanggulangan karhutla dipamerkan, mulai dari mobil dan motor pemadam kebakaran, alat semprot air, hingga alat berat. Semua ini menunjukkan bahwa Pemkab OKU bersama TNI-Polri dan stakeholder terkait telah menyiapkan langkah matang untuk menghadapi musim kemarau yang rawan kebakaran.
Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo dalam sambutannya menegaskan bahwa Polres OKU akan terus melakukan kegiatan pencegahan, seperti sosialisasi kepada masyarakat, patroli rutin di wilayah rawan, dan penyebaran imbauan agar warga tidak membuka lahan dengan cara membakar. Upaya ini diharapkan mampu menekan angka kejadian karhutla yang merugikan banyak pihak.
“Jangan ada yang coba-coba memanfaatkan cuaca panas untuk membuka lahan dengan cara membakar. Jika ditemukan, akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kapolres OKU. Pernyataan ini menjadi komitmen kuat aparat kepolisian dalam menegakkan aturan dan melindungi lingkungan.
Selain itu, Kapolres OKU juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, perusahaan perkebunan, hingga masyarakat luas untuk berkolaborasi dalam mencegah karhutla. Menurutnya, pencegahan jauh lebih efektif dan murah dibandingkan pemadaman setelah kebakaran terjadi.
Apel Gelar Pasukan ini juga menjadi ajang konsolidasi lintas sektor, memastikan semua pihak memahami prosedur dan peran masing-masing dalam penanggulangan karhutla. Koordinasi yang baik diharapkan mampu meminimalkan risiko korban, kerusakan lingkungan, dan kerugian materi akibat kebakaran lahan.
Dengan adanya kesiapsiagaan ini, Pemerintah Kabupaten OKU bersama jajaran TNI-Polri menegaskan bahwa penanggulangan karhutla adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat pun diimbau untuk segera melapor jika menemukan titik api, agar penanganan dapat dilakukan sejak dini.
Sumber Humas Polres OKU
(GNN – Red)












