Tanggamus Lampung,Gemanusantaranews.com – Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini menjadi momentum penting untuk merenungkan kembali makna persatuan dan integritas bangsa. Sumpah Pemuda bukan hanya sekadar upacara mengenang ikrar sakral, tetapi juga energi dinamis yang membangkitkan semangat menghadapi tantangan kebangsaan, termasuk korupsi yang menggerogoti fondasi negara. Ikrar satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa harus diperkuat dengan komitmen nyata untuk membersihkan negara dari praktik koruptif.
Dahulu, pemuda berjuang melawan penjajahan fisik. Kini, generasi penerus menghadapi “penjajahan” dalam bentuk korupsi sistemik. Semangat persatuan yang dulu mengantarkan kemerdekaan harus dihidupkan kembali untuk memerangi musuh bersama ini. Keberanian, idealisme, dan semangat pantang menyerah pemuda adalah modal utama dalam melawan mafia hukum dan birokrasi korup.
Korupsi bukan hanya masalah hukum, tetapi juga masalah moral dan etika yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur Sumpah Pemuda. Bagaimana mungkin cita-cita Indonesia yang adil dan makmur terwujud jika hak rakyat dirampas melalui suap, mark-up anggaran, dan penyalahgunaan wewenang? Gerakan anti-korupsi harus menjadi agenda utama gerakan pemuda di seluruh Indonesia.
Pemuda, sebagai agen perubahan yang visioner, memiliki peran sentral dalam menyalakan kembali api integritas nasional. Mereka harus melakukan aksi nyata, mulai dari menolak gratifikasi, mendorong transparansi, hingga aktif melaporkan indikasi korupsi. Mereka adalah mata dan telinga masyarakat yang paling peka terhadap penyimpangan.
Selain itu, pemuda dapat memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk mengampanyekan nilai-nilai anti-korupsi secara kreatif dan efektif. Edukasi publik melalui konten yang menarik dan informatif dapat menjangkau lebih banyak orang. Dengan demikian, kesadaran akan bahaya korupsi dan pentingnya integritas dapat tumbuh subur di kalangan generasi penerus bangsa.
Pemuda juga dapat berperan aktif dalam mengawasi penggunaan anggaran publik. Dengan memanfaatkan platform digital dan data terbuka, mereka dapat memantau proyek pembangunan, memastikan transparansi, dan melaporkan indikasi penyimpangan. Keterlibatan pemuda dalam pengawasan anggaran ini akan menjadi bentuk kontrol sosial yang efektif dan mencegah praktik korupsi.
Pemerintah dan aparat penegak hukum, khususnya KPK, diharapkan responsif terhadap dukungan positif dari kalangan pemuda. Libatkan mereka dalam strategi pemberantasan korupsi. Kolaborasi yang efektif sangat penting, menjadikan pemuda mitra strategis dalam pencegahan, edukasi, dan pengawasan. Memberi ruang dan perlindungan bagi pemuda yang berani menyuarakan kebenaran adalah investasi penting untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi.
Dengan memperkuat semangat Sumpah Pemuda, Indonesia memiliki potensi besar untuk memenangkan perang melawan korupsi. Peringatan Sumpah Pemuda 2025 bukan sekadar nostalgia, tetapi penegasan komitmen bahwa masa depan bangsa ada di tangan generasi muda yang berani, bersatu, dan berintegritas tinggi dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dan berdaulat.(gnn – Putri).












