OKI SUMSEL,GemaNusantaraNews.com –
Dalam gelaran demokrasi yang berjalan di tingkat akar rumput,kunjungan kerja reses anggota dewan menjadi jembatan penghubung yang vital antara wakil rakyat dan konstituennya. Momentum inilah yang dimanfaatkan dengan baik oleh Bambang Irawan, SH, anggota DPRD dari Partai Demokrat, dalam kunjungannya ke Desa Kijang Ulu. Kunjungan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah upaya strategis untuk menyentuh langsung denyut nadi kehidupan dan permasalahan yang dihadapi masyarakat di daerah pemilihannya.
Pada Senin,10 November 2025, balai desa atau lokasi pertemuan di Desa Kijang Ulu, Kecamatan Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dipadati oleh warga yang antusias. Acara kunjungan kerja reses I Bambang Irawan tersebut berubah menjadi ajang silaturahmi yang hangat dan dinamis. Dalam sambutannya, Bambang menegaskan komitmennya untuk mendengar dan menyerap setiap keluhan serta harapan yang disampaikan oleh masyarakat, yang selama ini mungkin belum tersalurkan dengan optimal.
Desa Kijang Ulu bukanlah desa biasa;ia memegang peran krusial sebagai desa penghubung bagi beberapa desa lain di sekitarnya. Karena itu, kondisi infrastruktur di desa ini berdampak langsung pada kelancaran mobilitas dan perekonomian kawasan. Masyarakat menaruh harapan besar bahwa dengan status strategis ini, perhatian lebih akan diberikan oleh pemerintah. Mereka berharap anggota dewan dapat menjadi corong untuk memperjuangkan kepentingan mereka di tingkat yang lebih tinggi.
Dalam forum tersebut,berbagai unek-unek dan aspirasi disampaikan secara gamblang oleh perwakilan warga. Permasalahan utama yang mengemuka adalah kondisi infrastruktur yang memprihatinkan. Mereka mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum (PJU) yang membuat warga was-was beraktivitas pada malam hari. Selain itu, banyaknya jalan yang berlubang dan kondisi yang tidak layak menjadi penghambat transportasi sehari-hari. Permintaan untuk pembuatan siring (talud) juga disampaikan untuk mengatasi masalah pengairan dan erosi yang kerap mengancam.
Menyimak dengan saksama setiap keluh kesah yang disampaikan,Bambang Irawan tidak hanya berjanji, tetapi langsung menyusun langkah konkret. Ia berkomitmen untuk segera menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan menjadikannya prioritas dalam tugas resesnya. Ia menyadari bahwa masalah-masalah seperti LPJU, pengaspalan jalan, dan siring adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda-tunda pemenuhannya, terlebih bagi sebuah desa penghubung.
Sebagai bukti keseriusan dan efektivitas dialog tersebut,Bambang Irawan memberikan kabar gembira kepada warga. Ia mengumumkan bahwa salah satu permintaan masyarakat telah direalisasikan dengan cepat. “Dan alhamdulillah, LPJU jalan sekarang sudah dipasang,” tuturnya, yang disambut dengan apresiasi dari warga. Realisasi cepat ini menjadi simbol keberpihakan dan memberikan kepercayaan bahwa aspirasi mereka didengar dan ditindaklanjuti.
Keberhasilan pemasangan LPJU ini diharapkan menjadi pemantik untuk perbaikan infrastruktur selanjutnya.Dengan penerangan yang memadai, keamanan dan kenyamanan warga meningkat, yang juga dapat mendorong aktivitas ekonomi pada malam hari. Langkah ini juga membangun kepercayaan publik bahwa proses politik melalui wakil rakyatnya dapat menghasilkan perubahan yang nyata dan terukur, serta memutus mata rantai janji-janji politik yang tidak ditepati.
Kunjungan kerja reses ini menutup dengan capaian positif dan optimisme yang baru.Meski tantangan seperti pengaspalan jalan dan pembuatan siring masih menanti, masyarakat Desa Kijang Ulu kini memiliki keyakinan yang lebih besar. Mereka berharap sinergi yang telah terbangun antara anggota dewan dan masyarakat ini dapat terus berlanjut, sehingga semua program pembangunan untuk memajukan Desa Kijang Ulu sebagai desa penghubung dapat terwujud secara bertahap dan berkelanjutan.(gnn – M.Ali).












