Bupati Enos: Safari Ramadan Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Momentum Evaluasi Pembangunan

MARTAPURA,OKU TIMUR,SUMSEL,GemaNusantaraNews.com – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Agung Sabilul Muttaqin, Martapura, pada Selasa malam, 24 Februari 2026. Ratusan jamaah memadati masjid kebanggaan warga OKU Timur tersebut untuk mengikuti rangkaian kegiatan Safari Ramadan yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten OKU Timur.

Kegiatan yang berlangsung setelah salat Isya dan Tarawih berjamaah ini dihadiri langsung oleh Bupati OKU Timur, Ir. H. Lanosin, S.T., M.T., M.M., didampingi Wakil Bupati H.M. Adi Nugraha Purna Yudha, S.H., serta jajaran forum komunikasi pimpinan daerah dan kepala organisasi perangkat daerah setempat.

Dalam sambutannya yang disampaikan di hadapan ratusan jamaah, Bupati Enos, sapaan akrab Ir. H. Lanosin, menegaskan bahwa kegiatan Safari Ramadan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar acara seremonial belaka.

Pria yang memimpin OKU Timur periode 2025-2030 ini menjelaskan bahwa momentum bulan suci Ramadan harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus mengevaluasi kinerja pembangunan yang telah dilaksanakan.

Menurutnya, interaksi langsung antara pemerintah dan warga di berbagai kesempatan seperti ini sangat berharga untuk mendengar aspirasi dan keluhan masyarakat secara langsung.

“Makna dari Safari Ramadan ini selain untuk bersilaturahmi, tentu ini saatnya kita berevaluasi perihal apa yang akan kita lakukan di tahun berikutnya.

Baca juga :  Kuasa Hukum Asmadewi Protes Saat Sidang Hadirnya Tergugat Empat danTambahan Bukti Surat.

Evaluasi ini penting karena kita ini memiliki konsep ‘Maju dan Lebih Mulia’, dan juga kita punya tanggung jawab besar kepada masyarakat,” ujar Enos dengan tegas di hadapan jamaah yang menyimak dengan saksama.

Ia menambahkan bahwa berbagai program pembangunan yang telah berjalan perlu dikaji ulang efektivitasnya berdasarkan masukan dari masyarakat di akar rumput.

Bupati berlatar belakang teknokrat ini juga mengingatkan bahwa kemajuan suatu daerah pasti akan diiringi dengan berbagai tantangan dan dampak negatif yang mengikutinya.

Namun demikian, ia menyatakan optimisme bahwa jika nilai-nilai kemuliaan sudah tertanam kuat di hati setiap aparatur sipil negara (ASN) dan seluruh lapisan masyarakat, maka berbagai hal negatif yang kerap mengiringi kemajuan tersebut akan otomatis ditinggalkan tanpa perlu paksaan.

Menurutnya, pembangunan karakter dan moral merupakan fondasi utama dalam mewujudkan OKU Timur yang benar-benar maju dan bermartabat.

“Ketika kemajuan terwujud, maka akan diiringi hal-hal negatif yang mengikuti. Akan tetapi, kita harus tetap menatap ke depan.

Kalau kemuliaan sudah tertanam di hati, maka hal negatif tersebut otomatis akan ditinggalkan,” tegas Enos disambut anggukan setuju dari para jamaah yang hadir.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga nilai-nilai luhur tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.

Baca juga :  Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Dalam Acara Arisan Bersama Minuman Kesehatan Produk IZAURA.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda OKU Timur, Sigit Pramono, S.E., M.M., dalam laporannya memaparkan bahwa pelaksanaan Safari Ramadan tahun 2026 ini merupakan perwujudan nyata dari visi kemuliaan yang diusung pemerintah daerah.

Pihaknya secara khusus menyalurkan berbagai bantuan sosial yang menyentuh langsung para pejuang agama dan kaum dhuafa yang selama ini menjadi garda terdepan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.

Penyaluran bantuan ini dilakukan secara simbolis oleh Bupati dan Wakil Bupati didampingi jajaran forkopimda.

Adapun rincian bantuan yang disalurkan dalam kesempatan tersebut meliputi insentif untuk 1.950 guru ngaji yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten OKU Timur.

Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan bantuan operasional untuk 131 pondok pesantren yang menjadi pusat pendidikan keagamaan di daerah tersebut.

Tidak hanya itu, insentif juga diberikan kepada 321 orang Pengajar Pendidikan Keagamaan Diniyah (PPUKD), 807 orang petugas penjaga makam, serta 2.279 orang petugas pengurus jenazah yang selama ini bekerja dengan ikhlas melayani masyarakat.

Di tengah semangat berbagi di bulan suci, Pemkab OKU Timur juga menyalurkan 1.000 paket bantuan Ramadan khusus untuk kaum dhuafa serta 200 paket santunan untuk anak-anak yatim piatu yang berasal dari berbagai panti asuhan di wilayah OKU Timur.

Baca juga :  Kegalapan di Kota Beradat: Sorotan dan Tuntutan Masyarakat Terhadap Kasus Kos-Kosan,Po Sari Mustika

Bantuan berupa sembako dan kebutuhan pokok lainnya ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat kurang mampu dalam menjalani ibadah puasa hingga Hari Raya Idul Fitri nanti.

Proses penyaluran berlangsung tertib dengan melibatkan petugas dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) OKU Timur.

Kegiatan Safari Ramadan yang berlangsung hingga menjelang tengah malam itu berjalan lancar dan penuh keakraban antara pemerintah dan masyarakat.

Dengan adanya evaluasi program dan penyaluran bantuan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan OKU Timur yang maju lebih mulia.

Bupati Enos berjanji akan terus hadir di tengah masyarakat selama bulan Ramadan untuk bersilaturahmi dan memastikan program-program pembangunan berjalan sesuai harapan warga.(Cahya Prabu).