Baturaja,OKU,Sumsel,Gemanusantaranews.com –
Banjir besar kembali melumpuhkan salah satu urat nadi transportasi di Kota Baturaja,ketika hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut pada Kamis sore, 2 Oktober 2025. Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB itu secara cepat mengubah Jalan Serma Zakaria di Kecamatan Baturaja Timur menjadi sebuah “sungai” yang menggenangi segala aktivitas lalu lintas.
Genangan air yang menerjang kawasan pemukiman dan perdagangan di sepanjang Jalan Serma Zakaria tersebut dilaporkan mencapai ketinggian yang sangat mengkhawatirkan,yaitu antara 50 hingga 60 sentimeter. Ketinggian air ini tidak hanya menggenangi badan jalan, tetapi juga mulai merendam trotoar, halaman rumah warga, serta bagian bawah dari ruko-ruko yang berjejer di sepanjang jalan tersebut, menimbulkan kekhawatiran akan kerugian material.
Akibatnya,arus lalu lintas di jalur utama ini pun mengalami kemacetan parah dan nyaris lumpuh total. Kendaraan roda dua terpaksa menepi dan mencari jalur alternatif yang tidak tergenang, sementara beberapa pengendara nekat menerobos dengan risiko mesin mogok. Kendaraan roda empat, meski lebih berani, tetap harus melaju dengan sangat perlahan, menciptakan riak-riak air besar yang memperburuk kondisi dan membahayakan pejalan kaki serta pengendara motor.
Berdasarkan pantauan di lokasi,banjir ini terjadi secara tiba-tiba pasca hujan dengan curah sangat deras yang berlangsung selama lebih dari satu jam tanpa henti. Sistem drainase yang ada di kawasan itu jelas tidak mampu menampung dan mengalirkan volume air hujan sebanyak itu, sehingga air pun meluap dengan cepat ke permukaan jalan, hanya dalam hitungan menit setelah hujan dimulai.
Sejumlah warga yang rumahnya berbatasan langsung dengan jalan terpaksa waspada dan berjaga-jaga,mengamankan barang-barang berharga di bagian yang lebih tinggi. Suara klakson kendaraan yang saling bersahutan menggambarkan kepanikan dan frustrasi. Beberapa warga bahkan terlihat mengamati ketinggian air dengan cemas, khawatir genangan akan terus bertambah dan memasuki rumah mereka.
Insiden banjir yang kembali terulang di titik yang sama ini langsung memantik sorotan tajam dan kritik keras dari masyarakat terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten OKU.Banyak yang mempertanyakan efektivitas program normalisasi saluran air dan perbaikan infrastruktur drainase yang kerap dijanjikan, mengingat banjir masih menjadi “tamu rutin” yang mengganggu setiap kali hujan deras datang.
Jalan Serma Zakaria bukanlah nama baru dalam daftar titik rawan banjir di Baturaja.Keluhan warga tentang penyempitan, pendangkalan, dan bahkan tersumbatnya saluran air di kawasan ini telah berulang kali disampaikan, namun似乎 (tampaknya) tidak diikuti dengan tindakan perbaikan yang komprehensif dan berkelanjutan. Kejadian ini semakin memperkuat dugaan bahwa masalah banjir di Baturaja bukan lagi sekadar persoalan alam, melainkan kegagalan tata kelola infrastruktur.
Hingga berita ini diturunkan,genangan air belum juga sepenuhnya surut, meninggalkan lumpur dan sampah yang berserakan. Dampak ekonomi dari lumpuhnya aktivitas di jalur perdagangan ini juga mulai terasa. Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa tanpa intervensi dan solusi yang serius dari pemangku kebijakan, Baturaja akan terus berulang dalam siklus yang sama: hujan deras, lalu banjir, lalu protes, dan kemudian dilupakan sampai banjir berikutnya datang kembali,(gnn – red).












