Anak Tenggelam di Danau,Meninggal Usai Pegangan Terlepas

BATURAJA OKU,Sumatera Selatan,GemaNusantaraNews.com – Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun bernama Rizki Albara ditemukan tenggelam di sebuah danau yang berlokasi di Jalan Rajawali 2, RT 06 RW 03, dekat Perumahan Mutiara Residen, Kelurahan Sekarjaya, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, pada Jumat sore (24/4/2026).

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 13.15 WIB saat korban sedang mandi bersama empat orang temannya.

Korban diketahui merupakan pelajar kelas VI SD yang bertempat tinggal di RSS Sriwijaya Blok FE No 13, RT 12 RW 04, Kelurahan Sekarjaya, Kecamatan Baturaja Timur.

Kronologi kejadian bermula ketika korban yang belum pernah sekalipun mandi di danau tersebut nekat ikut bermain air bersama teman-temannya.

Karena tidak memiliki kemampuan berenang, Rizki berusaha bertahan dengan berpegangan erat pada bagian belakang tubuh salah satu temannya.

Namun, nahas, pegangan itu tiba-tiba terlepas, menyebabkan korban kehilangan kendali atas tubuhnya.

Dalam keadaan panik dan tidak bisa mengendalikan diri, Rizki kemudian terlelap dan akhirnya tenggelam di tengah danau.

Para saksi yang berada di lokasi segera menyadari kejadian tersebut dan bergerak cepat memberikan pertolongan.

Baca juga :  Generasi Muda OKU Timur Ditantang Jadi Lokomotif Perubahan di Peringatan HSP ke-97

Mereka berhasil mengevakuasi korban dari dalam air dalam waktu yang relatif singkat.

Setelah berhasil diangkat, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit dr. Noesmir Baturaja menggunakan kendaraan warga setempat.

Sepanjang perjalanan dan di ruang gawat darurat, tim medis berupaya maksimal melakukan tindakan resusitasi guna menyelamatkan nyawa korban.

Berdasarkan keterangan resmi dari pihak rumah sakit, sekitar pukul 14.45 WIB atau kurang lebih satu setengah jam setelah kejadian, Rizki Albara dinyatakan meninggal dunia.

Dokter yang menangani menjelaskan bahwa penyebab utama kematian adalah kerusakan serius pada organ vital, khususnya paru-paru dan otak, akibat kemasukan air dalam jumlah signifikan (kering).

Kondisi ini terjadi karena korban sempat lama berada di dasar danau sebelum dievakuasi sehingga air masuk ke saluran pernapasan dan menyebabkan gangguan fungsi organ yang fatal.

Faktor utama yang memperparah kejadian ini adalah ketidakmampuan korban dalam berenang.

Sepanjang keterangan saksi, Rizki sama sekali tidak menguasai teknik dasar mengapung atau berenang sehingga ketika pegangan pada temannya terlepas, ia tidak mampu mengendalikan diri.

Rasa panik yang muncul membuat korban justru semakin tenggelam tanpa bisa berusaha menyelamatkan diri sendiri, berbeda dengan teman-temannya yang sudah terbiasa bermain di danau tersebut.

Baca juga :  Kabel Listrik Menyambar, Seorang Tukang Bangunan Alami Luka Bakar Saat Bekerja di Ruko Tanjung Agung

Menyikapi insiden ini, jajaran Polsek Baturaja Timur segera bergerak cepat dengan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Petugas melakukan olah TKP awal, memeriksa kondisi lingkungan sekitar danau, serta mencatat secara detail posisi kejadian.

Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban yang sempat tertinggal di tepi danau serta mengumpulkan keterangan dari seluruh saksi yang terdiri dari empat teman korban dan beberapa warga sekitar yang ikut melakukan evakuasi.

Polisi juga melakukan koordinasi intensif dengan pihak Rumah Sakit dr. Noesmir untuk memastikan penyebab kematian secara medis sekaligus memperoleh visum et repertum sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Di sisi lain, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) turun untuk melakukan pendampingan psikologis kepada keluarga korban.

Pihak kepolisian juga telah melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) terhadap para saksi guna menyusun kronologi kejadian secara lengkap dan akurat sebagai bahan pelaporan ke pimpinan serta administrasi kepolisian.

Hingga saat ini, keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi lebih lanjut.

Baca juga :  Kejurprov IMI Sumsel Sriwijaya Open Race 2025 Berjalan Aman, Kapolres OKU: Junjung Sportivitas dan Keselamatan

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh orang tua di wilayah Baturaja Timur dan sekitarnya untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di area perairan terbuka seperti danau, sungai, maupun waduk.

Kapolsek Baturaja Timur juga mengingatkan bahwa kolam bekas galian dan danau alami kerap memiliki kedalaman tidak terduga serta dasar yang licin, sehingga sangat berbahaya bagi anak-anak yang belum bisa berenang.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa satu detik kelengahan dapat berbuah petaka yang tak terduga.(red)