Kepsek SDN 15 OKU Bantah Dana BOS Fiktif, Audit Inspektorat Jadi Bukti

BATURAJA OKU,SUMATERA SELATAN,GemaNusantaraNews.com
Kepala Sekolah SD Negeri 15 Ogan Komering Ulu (OKU), Afriani, akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi tegas terkait isu miring yang menyeret nama institusinya.

Ia secara resmi membantah tudingan adanya praktik mark-up dan penggunaan anggaran fiktif pada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2025.

Bantahan ini disampaikan langsung di hadapan awak media di Baturaja, Jumat (08/05/2026), sebagai langkah menjaga integritas sekolah sekaligus meluruskan persepsi publik yang mulai terdistorsi.

Langkah klarifikasi ini diambil menyusul adanya pemberitaan dari salah satu media lokal di Kabupaten OKU yang menuding adanya ketidaksesuaian penggunaan dana BOS.

Dalam pemberitaan tersebut, disebutkan bahwa sejumlah item pekerjaan di SDN 15 OKU diduga fiktif dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Menanggapi hal itu, Afriani menegaskan bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar dan sangat menyayangkan publikasi sepihak yang dilakukan tanpa konfirmasi mendalam kepada pihak sekolah.

Afriani menjelaskan secara rinci bahwa tuduhan fiktif itu merujuk pada periode penggunaan dana BOS bulan Januari hingga Juni 2025. Namun, menurutnya, setiap rupiah dari dana tersebut telah direalisasikan sesuai dengan perencanaan yang telah disepakati bersama seluruh pemangku kepentingan sekolah.

Baca juga :  Gerbang Pelayanan Terbuka Lebar: Kisah Sukses Polres OKU Layani 2.500 Pemohon SKCK Demi PPPK

Ia menegaskan bahwa semua item pekerjaan yang dituduhkan fiktif itu sebenarnya sudah dikerjakan secara nyata di lapangan, bukan sekadar dokumen administratif.

Sebagai bukti utama untuk mematahkan tudingan, Afriani memaparkan bahwa seluruh laporan penggunaan dana BOS periode tersebut telah melalui proses audit resmi yang ketat.

Pihak Inspektorat Kabupaten OKU selaku lembaga pengawas internal pemerintah daerah telah melakukan pemeriksaan mendalam, baik terhadap laporan pertanggungjawaban (LPJ) keuangan maupun terhadap fisik pekerjaan yang ada di sekolah.

Audit ini membuktikan bahwa manajemen keuangan sekolah dilakukan secara profesional dan akuntabel.

Afriani menegaskan bahwa hasil pemeriksaan dari Inspektorat OKU menunjukkan pengerjaan semua kegiatan telah sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku.

Tidak ditemukan satupun bukti adanya anggaran fiktif atau penyimpangan yang merugikan negara.

Baca juga :  Polsek Lengkiti Amankan Pria Pencuri 190 Kilogram Buah Sawit Milik PT SBI

Menurutnya, tuduhan yang muncul di media itu sangat keliru dan menyudutkan pihak sekolah secara tidak adil, apalagi setelah lembaga pengawas resmi menyatakan laporan keuangan sekolah dalam kondisi bersih.

Menurut analisis Afriani, munculnya tudingan mark-up ini kemungkinan besar disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap mekanisme pelaporan dana BOS atau tidak adanya upaya konfirmasi yang mendalam sebelum berita dipublikasikan.

Ia menilai bahwa fungsi kontrol sosial seharusnya dijalankan dengan landasan data yang valid dan verifikasi lapangan.

Ketiadaan klarifikasi kepada sekolah sebelum pemberitaan dinilai sebagai penyebab utama terdistorsinya informasi di tengah masyarakat.

Polemik yang tidak berdasar ini, jika dibiarkan, dapat mengganggu ketenangan proses belajar-mengajar di SDN 15 OKU.

Oleh karena itu, Afriani berharap agar dengan dirilisnya hasil audit Inspektorat, polemik mengenai dana BOS ini dapat segera berakhir.

Ia mengimbau seluruh rekan media untuk menjalankan fungsi kontrol secara objektif, berimbang, dan tidak menciptakan kegaduhan di lingkungan pendidikan yang sedang fokus mencerdaskan para siswa Kabupaten OKU.

Baca juga :  Cegah Korban Jiwa, Polsek Madang Suku I Gelar Sosialisasi Larangan Berenang di Sungai

Menutup keterangannya, pihak SDN 15 OKU menyatakan tetap terbuka terhadap kritik dan saran yang membangun, selama didasarkan pada fakta yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan adanya bukti audit yang kuat, Afriani menegaskan bahwa pihaknya kini akan kembali fokus pada program peningkatan mutu pendidikan serta memastikan kenyamanan belajar bagi seluruh siswa. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak terkait.(red)