Baturaja OKU,Sumatera Selatan,GemaNusantaraNews.com –
Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menekan ketergantungan terhadap impor jagung, Polsek Semidang Aji bersama para petani menggelar kegiatan tanam jagung serentak.
Kegiatan ini merupakan langkah konkret percepatan target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.
Selain itu, program ini juga bertujuan menjaga stabilitas harga jagung di pasaran agar tetap terjangkau oleh masyarakat.
Dengan demikian, petani memperoleh kepastian usaha, sementara industri dalam negeri mendapat jaminan pasokan bahan baku.
Lokasi penanaman berada di lahan seluas 2 hektar yang terletak di Desa Sukamerindu, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Kegiatan dimulai pada hari Senin pagi, tepat pukul 09.00 WIB, tanggal 4 Mei 2026.
Pemilihan lahan tersebut didasarkan pada kesuburan tanah dan dukungan penuh dari aparatur desa setempat.
Seluruh rangkaian tanam jagung berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam.
Kegiatan tanam jagung ini melibatkan berbagai unsur secara lintas sektor.
Hadir di antaranya Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Semidang Aji, Supriyanto, S.Pt., MEP., Sekretaris Desa Sukamerindu Budi Irawan, Bhabinkamtibmas Aipda Fredy Alib, Babinsa Serda Nasri, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Yoan Okta Rini, anggota BPD Opriyadi, serta sejumlah perangkat desa dan petani setempat.
Keterlibatan TNI-Polri menunjukkan sinergitas yang kuat antara aparat keamanan dan masyarakat petani.
Proses tanam dilakukan secara gotong royong dengan metode tanam berbaris sesuai arahan penyuluh pertanian.
Para petani dibimbing langsung oleh PPL dan Babinsa mengenai jarak tanam yang ideal serta teknik pemupukan awal.
Bhabinkamtibmas Aipda Fredy Alib turun ke lahan bersama warga, mencangkul dan menanam benih jagung varietas unggul.
Seluruh rangkaian berjalan sistematis, dimulai dari pembukaan lahan, pembuatan lubang tanam, hingga penutupan benih dengan tanah.
Program tanam jagung ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mendukung program Kapolri untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Target utamanya adalah memperpendek rantai distribusi hasil pertanian sehingga lebih efisien dan menguntungkan petani.
Hasil panen nantinya direncanakan langsung diserap oleh sejumlah industri pengolahan pakan ternak dan makanan.
Dengan sistem serap langsung ini, petani tidak lagi bergantung pada tengkulak dan harga jagung lebih stabil.
Melalui program ini, petani di Desa Sukamerindu mendapatkan kepastian harga sejak awal masa tanam.
Di sisi lain, industri pengguna jagung memperoleh jaminan pasokan bahan baku berkualitas secara berkelanjutan.
Masyarakat umum juga turut diuntungkan karena harga komoditas jagung dan produk turunannya menjadi lebih terjangkau.
Model kemitraan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong produksi jagung nasional.
Sepanjang pelaksanaan tanam jagung dari pukul 09.00 hingga 10.30 WIB, situasi di lokasi kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
Tidak ada kendala keamanan maupun konflik antarpetani yang menghambat jalannya program. Para peserta mengikuti arahan panitia dengan tertib, dan aparat kepolisian memastikan kelancaran setiap tahapan.
Kondisi cuaca pun cerah mendukung kelancaran tanam jagung 2 hektar tersebut.
Kegiatan tanam jagung di Desa Sukamerindu ditutup dengan evaluasi singkat bersama unsur TNI-Polri dan penyuluh pertanian.
Ke depan, Polsek Semidang Aji berkomitmen untuk terus mendampingi petani hingga masa panen tiba.
Diharapkan luasan tanam jagung dapat diperluas lagi di desa-desa lain se-Kecamatan Semidang Aji.
Dengan sinergitas yang solid, target swasembada pangan nasional bukan lagi sekadar wacana, melainkan kenyataan yang mulai terwujud dari lapangan.(red)












