Baturaja OKU,Sumatera Selatan,GemaNusantataNews.com – Dalam upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ogan Komering Ulu (OKU) mengerahkan personelnya untuk melaksanakan kegiatan Pengamanan, Pengaturan, dan Patroli atau yang dikenal dengan sebutan PASTI di sejumlah gereja, Minggu (15/3/2026) pagi.
Kegiatan ini merupakan bentuk hadirnya negara di tengah-tengah umat Kristiani yang sedang menjalankan ibadah Minggu, sekaligus untuk memberikan jaminan rasa aman dan nyaman. Langkah preventif ini diambil sebagai wujud komitmen kepolisian dalam menjaga kerukunan umat beragama di wilayah Kabupaten OKU.
Personel yang diterjunkan langsung bergerak ke lokasi-lokasi ibadah sejak dini hari.
Sebanyak delapan personel Satlantas Polres OKU dikerahkan dalam operasi PASTI tersebut.
Mereka mulai bertugas sejak pukul 07.30 WIB hingga rangkaian ibadah Minggu selesai.
Kedelapan personel ini tidak hanya berasal dari unit patroli, tetapi juga dari unit pengaturan lalu lintas yang telah dibekali dengan prosedur tetap pengamanan tempat ibadah.
Mereka bertugas secara profesional dengan mengedepankan sikap humanis dan pelayanan prima kepada masyarakat.
Kehadiran mereka disambut baik oleh pengurus gereja dan jemaat yang merasa terbantu dengan adanya aparat kepolisian di sekitar lokasi ibadah.
Adapun lokasi yang menjadi prioritas pengamanan dalam kegiatan PASTI kali ini adalah tiga gereja besar yang berada di wilayah hukum Polres OKU.
Ketiga tempat ibadah tersebut meliputi Gereja Bethel Indonesia (GBI) yang terletak di pusat kota, Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Baturaja, serta Gereja Santo Petrus dan Paulus yang merupakan salah satu gereja Katolik tertua di wilayah tersebut.
Pemilihan lokasi didasarkan pada tingginya jumlah jemaat serta lokasi geografis gereja yang berada di tepi jalan raya sehingga membutuhkan pengaturan lalu lintas ekstra.
Masing-masing gereja mendapatkan penjagaan dan pengaturan yang proporsional sesuai dengan kondisi di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, personel Satlantas tidak hanya berdiam diri berjaga, tetapi aktif melakukan berbagai upaya pengamanan preventif.
Salah satu tugas utama mereka adalah mengatur arus lalu lintas di sekitar pintu masuk dan keluar gereja guna menghindari kemacetan yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah.
Petugas dengan sigap mengatur kendaraan yang akan masuk ke area parkir serta memastikan para pengendara yang melintas di depan gereja tetap berhati-hati.
Pengaturan ini dilakukan secara bergantian oleh personel yang ditempatkan di titik-titik rawan kepadatan kendaraan.
Selain fokus pada kelancaran lalu lintas, petugas juga memberikan perhatian khusus terhadap keamanan kendaraan milik jemaat yang diparkir.
Personel secara aktif berkeliling area parkir sambil memberikan imbauan langsung kepada para jemaat.
Mereka mengingatkan agar jemaat tidak meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan dan memastikan kendaraan dalam keadaan terkunci dengan aman.
Imbauan ini merupakan langkah antisipasi dini terhadap potensi tindak kejahatan seperti pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap memanfaatkan momen keramaian ibadah.
Tak hanya itu, petugas juga melakukan pemantauan situasi secara menyeluruh di sekitar lingkungan gereja.
Dengan melakukan patroli dialogis, petugas menyapa warga sekitar dan para pedagang kaki lima yang biasa berjualan di sekitar gereja.
Pemantauan ini bertujuan untuk mendeteksi sedini mungkin potensi gangguan keamanan atau hal-hal mencurigakan yang dapat mengganggu jalannya ibadah.
Kehadiran patroli ini membuat situasi tetap terkendali dan memberikan efek gentar bagi pihak-pihak yang ingin berbuat onar.
Melalui kegiatan PASTI ini, diharapkan tercipta rasa aman dan nyaman yang maksimal bagi umat Kristiani dalam menjalankan ibadah Minggu.
Masyarakat yang melaksanakan ibadah dapat merasa tenang karena tahu ada petugas yang siaga menjaga mereka dan aset mereka.
Hal ini sejalan dengan motto kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Rasa aman secara psikologis ini sangat penting untuk mendukung kekhusyukan dalam beribadah, sehingga tercipta harmoni sosial di tengah masyarakat Kabupaten OKU yang majemuk.
Pada akhirnya, kegiatan PASTI yang dilaksanakan Satlantas Polres OKU ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di seluruh wilayah Kabupaten OKU.
Kehadiran polisi di tengah kegiatan keagamaan membuktikan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama dan negara hadir untuk menjamin kebebasan beribadah bagi seluruh warganya.
Diharapkan sinergi antara kepolisian dan masyarakat terus terjalin dengan baik, tidak hanya pada hari Minggu, tetapi juga dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara demi terwujudnya Kabupaten OKU yang aman, tertib, dan sejahtera.(red)












