PUPR OKI Kerahkan Alat Berat Atasi Darurat Eceng Gondok di Jembatan Belanti

Ogan Komering Ilir,GemaNusantaraNews.com  – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) akhirnya menurunkan alat berat untuk membersihkan tumpukan eceng gondok yang selama ini menyumbat aliran sungai di kawasan Jembatan Desa Belanti.

Langkah darurat ini diambil setelah vegetasi gulma tumbuh semakin lebat dan menutupi hampir seluruh permukaan sungai, mengancam kelancaran hidrologi serta meningkatkan risiko banjir di wilayah Kecamatan Sirah Pulau Padang, OKI.

Kepala Dinas PUPR OKI, Man Winardi, menjelaskan bahwa luas area yang tertutup eceng gondok mencapai sekitar satu hektare dengan ketebalan tumpukan hingga satu meter.

Kondisi ini dinilai sangat kritis karena dapat menghambat laju aliran air sungai. Jika dibiarkan, material gulma yang semakin padat berpotensi besar menyebabkan luapan air ke pemukiman warga saat debit air meningkat. Oleh karena itu, pihaknya memprioritaskan pembersihan di titik tersebut guna mengembalikan fungsi normal sungai.

Baca juga :  Jelang Ramadan 1447 H, Kapolres OKU Pimpin Latpra Ops Pekat Musi 2026 untuk Bersihkan Penyakit Masyarakat

Proses pengerukan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan puluhan petugas di lapangan.

Untuk area yang masih didominasi eceng gondok berukuran kecil, petugas memanfaatkan arus sungai dengan menghanyutkannya secara alami.

Sementara itu, untuk tumpukan gulma yang telah mengeras dan bercampur dengan sampah rumah tangga, alat berat dikerahkan untuk mengeruk material tersebut dari badan sungai.

Metode estafet diterapkan dalam pengangkutan gulma padat dari sungai ke tempat pembuangan.

Petugas bahu-membahu memindahkan eceng gondok hasil kerukan ke pinggir sungai, kemudian material tersebut segera dimuat ke dalam dump truk.

Selanjutnya, truk-truk tersebut mengangkut ribuan ton gulma menuju tempat pembuangan akhir (TPA) agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

Menurut Man Winardi, upaya pembersihan ini sebenarnya bukan kali pertama dilakukan. Sejak beberapa bulan terakhir, pemerintah desa bersama warga setempat telah rutin menggelar kerja bakti untuk membersihkan eceng gondok secara manual.

Baca juga :  Kapolres OKU Beri Penghargaan 8 Tim Personel Berprestasi

Namun, laju pertumbuhan gulma yang sangat cepat di musim penghujan membuat metode manual tidak lagi efektif, sehingga intervensi alat berat menjadi solusi mutlak yang harus diambil.

Pihaknya menegaskan bahwa operasi pembersihan ini akan terus berlangsung hingga sungai di kawasan Jembatan Belanti benar-benar bebas dari hambatan. “Masih kita kerjakan terus sampai benar-benar bersih.

Kami targetkan aliran sungai dapat kembali normal dalam waktu dekat agar masyarakat tidak lagi dilanda kekhawatiran akan banjir,” tegas Man Winardi saat ditemui di lokasi, Sabtu (28/2).

Untuk solusi jangka panjang, Pemerintah Kabupaten OKI tidak tinggal diam. Man Winardi menyampaikan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VII.

Kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan penanganan yang lebih komprehensif dan teknis, mengingat permasalahan eceng gondok membutuhkan pendekatan khusus agar tidak terus menerus menjadi masalah tahunan.

Baca juga :  Maling Teriak Maling Kuasa Hukum Paslon Nomor.3 Laporkan Ke Bawaslu Dugaan Maey Politik

Sementara itu, peran aktif pemerintah desa setempat juga terus digalakkan.

Selain melakukan pengawasan rutin, desa akan menjadi ujung tombak dalam koordinasi dengan dinas terkait jika mulai terlihat tanda-tanda penumpukan baru. Dengan sinergi antara pemerintah kabupaten, balai sungai, dan masyarakat, diharapkan kelestarian sungai dapat terjaga sekaligus meminimalisasi risiko banjir di wilayah Sirah Pulau Padang.(M.ALI)