Martapura OKU Timur Sumsel,GemaNusantaraNews.com –
Personel Polsek Madang Suku I,Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, proaktif melaksanakan kegiatan pemantauan atau monitoring terhadap debit air Sungai Komering. Kegiatan yang dipimpin oleh Aiptu Triyono dan Aipda Heri Sumanto ini merupakan bentuk antisipasi dini terhadap ancaman bencana banjir di wilayah hukumnya.
Monitoring dilakukan secara langsung di Desa Rasuan,Kecamatan Madang Suku I, pada hari Minggu, 4 Januari 2026, sekitar pukul 10.30 WIB. Lokasi pengecekan berada di pinggir jalan desa yang berdekatan dengan aliran sungai, sekaligus mengamati aktivitas warga di sekitarnya.
Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya curah hujan yang terjadi sejak malam hari sebelumnya.Peningkatan curah hujan berpotensi menyebabkan kenaikan debit air sungai yang dapat memicu luapan dan banjir, sehingga diperlukan pemantauan ketat untuk melindungi masyarakat.
Berdasarkan hasil pantauan lapangan,kondisi justru menunjukkan perkembangan yang positif. Aiptu Triyono menyatakan bahwa debit air Sungai Komering terpantau mengalami penurunan jika dibandingkan dengan hari sebelumnya dan saat ini berada dalam status relatif normal.
Dampak dari kondisi sungai yang membaik ini langsung terasa bagi masyarakat.Akses transportasi berupa penyeberangan di Desa Rasuan masih tetap dapat digunakan, dan seluruh aktivitas sehari-hari warga berjalan dengan normal seperti biasa tanpa gangguan.
Polsek menyebutkan secara rinci tujuh desa yang menjadi fokus perhatian karena berada di sepanjang pesisir Sungai Komering dalam wilayah hukumnya.Desa-desa tersebut adalah Rasuan, Tridadi, Gunung Terang, Mendayun, Agung Jati, Karta Mulya, dan Mengulak.
Secara keseluruhan,seluruh desa tersebut dilaporkan masih dalam kondisi aman dari luapan air. Meski demikian, Polsek Madang Suku I tidak akan lengah. Aipda Heri Sumanto menegaskan bahwa pemantauan berkala akan terus dilakukan oleh anggota piket bersama Bhabinkamtibmas untuk mengawasi setiap perkembangan.
Dengan dilaksanakannya kegiatan pre-empitif ini,diharapkan potensi bencana banjir dapat diantisipasi sedini mungkin. Upaya ini bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat, terutama yang bermukim dekat aliran sungai. Hingga saat laporan ini dibuat, kondisi permukiman, perkebunan, dan persawahan warga masih terpantau aman dan terkendali.(gnn/Cahya Prabu).












