Jambi,GemaNusantaraNews.com –
Ketua DPRD Kabupaten Muaro Jambi,Aidi Athaa, secara intensif mendengarkan suara hati warga dalam kegiatan reses di Desa Kebun 9, Rabu (24/12). Agenda utama kunjungan kerja ini adalah mengevaluasi program tahun 2025 sekaligus menggali aspirasi untuk penyusunan rencana pembangunan tahun 2026, dengan tujuan mengakselerasi kemajuan desa.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga jam,dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, tersebut diformat dalam forum dialog terbuka. Aidi Athaa secara langsung memimpin dialog dua arah, menanyakan efektivitas dan kejelasan implementasi berbagai program pemerintah daerah yang telah berjalan di tahun 2025 kepada masyarakat dan perangkat desa.
Acara ini dihadiri secara meriah oleh seluruh lapisan masyarakat Desa Kebun 9,mencerminkan tingginya antusiasme warga. Turut hadir dalam forum tersebut seluruh perangkat desa, para Ketua RT, serta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), yang menandakan komitmen kolektif dalam membahas masa depan desa.
Pada sesi evaluasi,Aidi Athaa menyoroti pentingnya akuntabilitas dan ketepatan sasaran program. Ia meminta testimoni dan tanggapan langsung dari warga mengenai manfaat yang telah dirasakan dari kegiatan pembangunan selama setahun terakhir, untuk memastikan anggaran daerah benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Berlanjut ke agenda perencanaan,forum menjadi ruang aspirasi yang hidup. Masyarakat dan para Ketua RT secara bergantian menyampaikan usulan konkret untuk tahun 2026. Usulan tersebut meliputi berbagai bidang, seperti pembangunan infrastruktur pendukung ekonomi, program pemberdayaan UMKM, peningkatan kualitas pendidikan, dan layanan kesehatan.
Kepala Desa Kebun 9,Siswanto, yang memimpin desa tersebut, menyambut positif inisiatif reses ini. Dalam sambutannya, Siswanto menegaskan komitmennya untuk menerjemahkan semua masukan dan usulan warga menjadi program kerja prioritas desa pada tahun 2026, dengan visi jelas menjadikan Desa Kebun 9 sebagai desa yang lebih maju dan mandiri.
Aidi Athaa dalam pemaparannya menekankan bahwa reses bukan sekadar seremonial,tetapi instrumen vital fungsi pengawasan dan perwakilan DPRD. “Aspirasi Bapak dan Ibu sekalian adalah bahan bakar untuk kami menyusun kebijakan dan mengawasi anggaran yang tepat guna. Target kita bersama adalah kemajuan Desa Kebun 9,” ujarnya.
Kegiatan reses ini ditutup dengan komitmen bersama untuk tindak lanjut.Aspirasi yang terkumpul akan didokumentasikan dan dibahas lebih lanjut di tingkat DPRD untuk diintegrasikan dalam perencanaan daerah. Melalui sinergi erat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat ini, diharapkan pembangunan Desa Kebun 9 pada 2026 dapat lebih terarah, partisipatif, dan membawa dampak nyata bagi kesejahteraan seluruh warganya.(gnn/Ediwan/Wahyudi).












