Belatung, Baturaja OKU,Sumatera Selatan,GemaNusantaraNews.com –
Tanaman jagung milik Kelompok Tani Berkah Bertani di Desa Belatung, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), mendadak terserang hama wereng batang cokelat (WBC).
Serangan ini menyebabkan tanaman jagung mengering, mengalami kerdil, bahkan mati karena hama menghisap cairan batang.
Kondisi ini sangat mengancam produktivitas lahan dan berpotensi besar menyebabkan gagal panen yang merugikan petani secara ekonomi.
Menyikapi kondisi darurat tersebut, Kanit Binmas Polsek Lubuk Batang, Aiptu Ibnu Salim, bersama Bhabinkamtibmas Desa Belatung, Bripka Elvi Edrin, turun langsung ke lokasi.
Mereka tidak sendiri, tetapi berkolaborasi dengan tim dari Dinas Pertanian yang terdiri dari POPT Kecamatan Lubuk Batang, Subur Panggi, S.P., Koordinator BPP Desa Belatung Muksin beserta anggota, serta Penyuluh Pertanian Jasman.
Para petani dari Kelompok Tani Berkah Bertani juga turut hadir dalam pendampingan ini.
Kegiatan pendampingan dan pengecekan dilakukan di lahan pertanian yang berada di Desa Belatung, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten OKU.
Berita ini dirilis berdasarkan kejadian terkini saat tim gabungan melakukan pengecekan menyeluruh menyusul laporan serangan hama yang sudah mulai meluas di wilayah tersebut.
Tim gabungan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kondisi tanaman jagung yang telah terdampak.
Pengecekan tidak hanya dilakukan secara visual, tetapi juga dengan mengambil sampel tanaman yang menunjukkan gejala kerdil, mengering, dan adanya cairan batang yang dihisap wereng.
Pendekatan yang digunakan adalah pendampingan langsung di lapangan, bukan sekadar arahan dari jarak jauh.
Untuk menekan penyebaran hama WBC yang cepat meluas, Dinas Pertanian setempat segera memberikan bantuan berupa racun hama (insektisida) yang sesuai dengan jenis serangan.
Bantuan ini diharapkan mampu memutus rantai penyebaran wereng dari satu batang ke batang lainnya, sehingga mencegah kerugian yang lebih besar bagi petani.
Langkah ini merupakan bentuk respons teknis yang cepat dan tepat sasaran.
Secara singkat, serangan wereng di Belatung ditangani dengan cepat melalui kerja sama tiga pilar: kepolisian, dinas pertanian, dan petani.
Langkahnya sederhana namun efektif, yaitu cek langsung lapangan lalu beri obat hama. Syarat keberhasilannya adalah pendampingan berkelanjutan, bukan hanya sekali tebar racun.
Pendekatan ini tepat karena langsung menyentuh akar masalah di tingkat lahan.
Ketepatan waktu menjadi kunci dalam respons ini. Begitu laporan serangan masuk, Polsek Lubuk Batang tidak menunggu, langsung menggerakkan tim bersama dinas terkait.
Sasaran pendampingan juga tepat, yakni Kelompok Tani Berkah Bertani yang tanamannya paling parah terdampak.
Dengan ketepatan ini, potensi gagal panen bisa ditekan sebelum wereng menyebar ke lahan lain di sekitar Desa Belatung.
Pengecekan ini merupakan langkah awal dari pendampingan berkelanjutan antara aparat kepolisian, penyuluh pertanian, dan petani.
Ke depan, diharapkan ada jadwal monitoring rutin serta edukasi tentang deteksi dini hama wereng.
Dengan kolaborasi yang sudah terbentuk, ketahanan pangan di wilayah Lubuk Batang, khususnya komoditas jagung, dapat tetap terjaga meskipun menghadapi ancaman hama berat.(red)












