Kapolres Sambangi Ronda Malam di OKU Selatan, Warga Terima Bantuan Sarana Kamtibmas

Palembang,Sumatera Selatan,GemaNusantaraNews.com
Polda Sumatera Selatan terus mengintensifkan program unggulan bernama Sambang Ronda Malam atau SAROMA.

Program ini merupakan manifestasi nyata kehadiran Polri di tengah jam rawan masyarakat dengan tujuan memperkuat sistem pengamanan swakarsa hingga tingkat desa.

SAROMA dirancang sebagai langkah strategis untuk mendekatkan aparat kepolisian dengan warga sekaligus meningkatkan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kegiatan SAROMA dipimpin langsung oleh Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana, S.H., S.I.K., M.I.K., didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres OKU Selatan.

Pelaksanaan program berlangsung di Pos Kamling Dusun 3, Desa Gunung Terang, Kecamatan Buay Sandang Aji, Kabupaten OKU Selatan.

Lokasi ini dipilih sebagai titik strategis karena merupakan wilayah dengan aktivitas ronda malam yang masih aktif dikelola oleh Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) setempat.

Kegiatan SAROMA dilaksanakan pada Kamis malam, 16 April 2026, bertepatan dengan jam-jam rawan terjadinya tindak pidana.

Baca juga :  Tekad di Tengah Tantangan: Langkat Genjot Program Prioritas Meski Anggaran Terbatas

Pemilihan waktu malam hari bukan tanpa alasan, melainkan untuk memastikan kesiapsiagaan para petugas ronda saat masyarakat paling membutuhkan perlindungan.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, melalui kebijakan jajarannya menegaskan bahwa kehadiran Polri pada jam rawan adalah bentuk pelayanan preventif yang tidak bisa ditunda.

Dalam pelaksanaannya, Kapolres bersama rombongan melakukan pemantauan langsung terhadap kesiapsiagaan Satkamling yang berjaga di posko ronda.

Tidak hanya memantau, mereka juga menggelar dialog interaktif dengan warga dan tokoh masyarakat setempat.

Suasana akrab dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan tersebut, di mana warga diberi kebebasan menyampaikan keluhan dan kondisi keamanan lingkungan mereka secara langsung.

Selain berdialog, kepolisian memberikan edukasi komprehensif tentang cara pencegahan tiga tindak pidana utama, yaitu curanmor (pencurian kendaraan bermotor), curat (pencurian dengan pemberatan), dan curas (pencurian dengan kekerasan).

Sebagai bentuk dukungan nyata, Polres OKU Selatan juga menyerahkan bantuan sarana kontak berupa senter, tongkat, jas hujan, dan kentongan. Perlengkapan ini diharapkan dapat menunjang efektivitas kegiatan ronda malam di Desa Gunung Terang.

Baca juga :  Banjir Rendam Tiga Wilayah, Wakil Bupati dan Kapolres OKU Salurkan Bantuan Langsung ke Warga

AKBP I Made Redi Hartana menegaskan bahwa kehadiran jajarannya di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya memastikan keamanan berjalan secara optimal.

Menurutnya, kamtibmas yang kondusif tidak akan terwujud tanpa sinergi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat.

“Kehadiran kami di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya memastikan keamanan berjalan optimal.

Kamtibmas yang kondusif adalah hasil sinergi antara kepolisian dan masyarakat,” ujarnya.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa program SAROMA merupakan instruksi strategis dari Polda Sumsel untuk memperkuat langkah preventif di seluruh wilayah hukum.

Ia menegaskan komitmennya mendukung kebijakan Kapolri dan program pemerintah dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman.

“Program SAROMA menjadi sarana efektif untuk membangun kedekatan serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat,” tegasnya.

Baca juga :  Menjelang Sahur, Pasar Atas Baturaja Timur Mulai Bergeliat di Hari Ketiga Ramadhan

Kegiatan ini telah memberikan dampak positif berupa meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri serta terciptanya lingkungan yang lebih aman dan terkendali.

Sinergi antara aparat kepolisian dan warga terbukti menjadi kunci utama menjaga stabilitas keamanan di wilayah Sumatera Selatan.

Polda Sumsel memastikan program SAROMA akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai strategi pemeliharaan kamtibmas berbasis partisipasi masyarakat.(red)