Cekcok Soal Gelas saat Hajatan Berujung Damai di Mapolsek, Polres OKU Gelar Problem Solving

Baturaja OKU Sumsel,GemaNusantaraNews.com – Sebuah perselisihan antar warga yang dipicu oleh masalah sepele di acara hajatan berakhir dengan perdamaian di Mapolsek Baturaja Timur.

Kanit Reskrim Polsek Baturaja Timur bersama jajaran Kanit lainnya, didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Sekarjaya, memimpin langsung jalannya mediasi pada Senin (16/2/2026) sekira pukul 08.30 WIB.

Kegiatan problem solving yang digelar di Mapolsek Baturaja Timur ini merupakan bentuk nyata kepolisian dalam merespons konflik sosial di masyarakat.

Perselisihan yang terjadi antara dua warga Kelurahan Sekarjaya, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, ini berhasil didamaikan melalui jalur musyawarah dan pendekatan kekeluargaan yang dilakukan oleh aparat kepolisian setempat.

Kapolsek Baturaja Timur, AKP Azwan, SH., MH., menjelaskan bahwa permasalahan tersebut berawal dari sebuah kesalahpahaman saat berlangsungnya acara hajatan di lingkungan Kelurahan Sekarjaya.

Baca juga :  Distribusikan Bantuan Korban Rumah Roboh Oleh BNPB Kabupaten Oku Timur

Dua warga yang bertikai, yakni EF dan OS, terlibat cekcok setelah EF meminta tolong kepada OS untuk mengambilkan gelas, namun permintaan tersebut ditolak sehingga memicu emosi dan berujung pada perkelahian fisik di lokasi acara.

Menurut AKP Azwan, mediasi yang dilaksanakan pada Senin pagi tersebut sebenarnya merupakan upaya pertemuan kedua setelah sebelumnya sempat dilakukan upaya penyelesaian secara informal.

Pihak kepolisian menilai perlu adanya forum resmi untuk mempertemukan kedua belah pihak agar permasalahan tidak berlarut-larut dan mengganggu stabilitas keamanan lingkungan.

Dalam pelaksanaan problem solving tersebut, kedua belah pihak yang berselisih dipertemukan secara langsung di ruang mediasi Polsek Baturaja Timur.

Melalui pendekatan persuasif yang dilakukan oleh Kanit Reskrim dan para Kanit lainnya, EF dan OS diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga silaturahmi dan hidup rukun bertetangga.

Baca juga :  Polri Gandeng Himbara, Tebas Rantai Tengkulak Demi Kedaulatan Petani Jagung Sumsel

AKP Azwan menambahkan bahwa upaya mediasi ini membuahkan hasil positif.

Kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk saling memaafkan dan menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan tanpa melibatkan proses hukum lebih lanjut.

Kesepakatan damai tersebut kemudian dituangkan dalam surat perjanjian damai yang ditandatangani bersama di atas materai sebagai bentuk komitmen untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.

Kapolsek menegaskan bahwa kegiatan problem solving ini merupakan bagian integral dari upaya Polri dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif.

Pihaknya berkomitmen untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, tidak hanya dalam hal penegakan hukum, tetapi juga dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang berpotensi menimbulkan konflik.

“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan lancar.

Situasi selama mediasi berlangsung aman dan terkendali, serta yang terpenting hubungan kedua belah pihak kini telah kembali harmonis seperti sedia kala,” pungkas AKP Azwan mengakhiri keterangannya.

Baca juga :  Gebyar Jalan Sehat Pagi, Polres Langkat Perkuat Solidaritas dan Stamina Personel

Kegiatan problem solving tersebut ditutup dengan jabat tangan antara EF dan OS, disaksikan langsung oleh personel kepolisian dan perangkat kelurahan setempat.(red).