Bupati OKU Lantik Dewan Hakim MTQ ke-XXXII: Nilai yang Adil dan Terbaik

Baturaja OKU,Sumatera Selatan,GemaNusantaraNews.com
Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXII tingkat Kabupaten Ogan Komering Ulu resmi dibuka pada hari Senin, 6 April 2026.

Kegiatan bergengsi ini dipusatkan di Masjid Agung Islamic Center Baturaja dan akan berlangsung selama enam hari, mulai dari tanggal 5 hingga 10 April 2026.

Pembukaan yang khidmat ini menjadi penanda dimulainya seleksi bagi generasi Qur’ani di Bumi Sebimbing Sekundang.

Acara pembukaan dipimpin langsung oleh Bupati OKU, Teddy Meilwansyah S.STP., M.M., M.Pd.

MTQ tahun ini mengusung tema besar “Tadabbur Al-Qur’an Membentuk Insan yang Berakhlak Mulia”.

Tema tersebut dipilih sebagai upaya nyata pembinaan generasi Qur’ani sekaligus menjaring peserta terbaik yang akan mengharumkan nama OKU di ajang MTQ tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Salah satu momen puncak dalam pembukaan adalah pengukuhan Dewan Hakim yang dilakukan secara simbolis oleh Bupati.

Prosesi pengukuhan ditandai dengan pemasangan jubah kepada para dewan hakim, menandakan resminya tugas mulia mereka untuk memimpin dan menilai seluruh cabang perlombaan.

Baca juga :  Skandal Proyek APBD Lahat: Dugaan Jual Beli Paket hingga 18 Persen dari Pagu Anggaran

Sebanyak 268 peserta dari 13 kecamatan di OKU siap mengikuti kompetisi yang berlangsung di kawasan Islamic Center Baturaja.

Dalam pelaksanaannya, MTQ ke-XXXII ini mempertandingkan lima cabang lomba utama.

Kelima cabang tersebut meliputi Tilawah Qur’an (seni baca Al-Qur’an), Hifzil Qur’an (hafalan), Fahmil Qur’an (pemahaman), Syahril Qur’an (syarah/pengembangan), dan Khattil Qur’an (kaligrafi).

Beragamnya cabang ini menunjukkan bahwa MTQ tidak hanya menguji kelancaran bacaan, tetapi juga kedalaman ilmu dan seni terhadap kitab suci Al-Qur’an.

Dalam sambutannya, Bupati Teddy Meilwansyah menekankan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan biasa. Menurutnya, ini adalah momentum strategis untuk memperkuat nilai keimanan, kebersamaan, serta membangun karakter masyarakat yang religius.

Beliau berpesan kepada para kafilah agar menjunjung tinggi sportivitas dan menampilkan kemampuan terbaik mereka.

Baca juga :  Menuju DPRD OKU, DIPREDIKSI MARTIN ARIKARDI dan H.RUDI HARTONO Caleg Partai Nasdem Lolos Pada Pileg Pemilu Serentak 2024.

“Mengejar kemenangan itu penting, namun tetap jaga sportivitas dan jadikan MTQ ini sebagai ajang silaturahmi,” ujarnya.

Menyadari beban moral yang besar di pundak para juri, Bupati OKU memberikan pesan khusus yang tegas kepada Dewan Hakim.

Ia mengakui bahwa tugas dewan hakim sangat berat karena menentukan layak tidaknya seorang qari mewakili daerah ke tingkat provinsi.

“Untuk itu, berikan nilai dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya,” tukas Bupati, menekankan bahwa objektivitas adalah kunci utama untuk melahirkan juara yang sesungguhnya berkualitas.

Bupati juga mengungkapkan rasa bangganya karena seluruh kafilah yang bertanding merupakan putra-putri asli OKU.

Hal ini menjadi bukti bahwa daerah tersebut memiliki bakat-bakat besar di bidang seni baca Al-Qur’an.

Diharapkan, melalui kegiatan ini, kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari akan terus meningkat, tidak hanya saat musim perlombaan tiba.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda OKU, Jauhari, melaporkan bahwa setiap cabang lomba akan menentukan juara 1, 2, dan 3.

Baca juga :  Ketua DPRD Langkat Serahkan Bantuan untuk Tuan Guru Babussalam dan Warga Terdampak Banjir

Namun yang paling dinantikan adalah status bagi para juara pertama. “Juara pertama setiap cabang akan diikutkan dalam MTQ tingkat Provinsi Sumatera Selatan,” tukas Jauhari.

Dengan demikian, MTQ ke-XXXII ini menjadi langkah awal yang tuntas dan strategis bagi OKU untuk meraih prestasi hingga level provinsi.(red)