Tragedi di Sungai Ogan: Bocah Kelas VI SD Hanyut Saat Berenang, Pencarian Masih Berlangsung

Baturaja,OKU,Sumsel,Gemanusantaranews.com – Sebuah peristiwa nahas menghantam komunitas di Baturaja Timur,Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), setelah seorang bocah sekolah dasar dilaporkan hanyut dan tenggelam di aliran Sungai Ogan. Korban identified sebagai Muhammad Rehan Pahlepi, seorang siswa kelas VI SDN 41 OKU yang berusia 12 tahun. Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian untuk menemukan korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Korban adalah warga Lorong Linggar Jati,Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur. Peristiwa tragis ini terjadi pada hari Minggu, 14 September 2025, sekitar pukul 10.00 WIB. Menurut informasi yang berhasil dihimpun, korban awalnya mandi di sungai tersebut bersama beberapa temannya. Usai bermain air, Rehan sempat pulang ke rumahnya terlebih dahulu.

Namun,tak lama berselang, Rehan diduga kembali lagi ke Sungai Ogan untuk mandi untuk kedua kalinya tanpa didampingi teman-temannya. Saat asyik berenang sendirian di kawasan yang sebenarnya bukan tempat pemandian umum, korban diduga kehilangan kendali dan terseret oleh arus sungai yang deras, yang menyebabkan ia tenggelam dan hanyut.

Baca juga :  Polres OKU Laksanakan Patroli Malam Selama Libur Panjang Isra Mi’raj dan Imlek 2025

Salah seorang teman yang menyaksikan kejadian itu langsung berteriak histeris meminta pertolongan.Mendengar teriakan minta tolong, seorang warga yang berada tidak jauh dari lokasi segera bergegas turun ke sungai untuk menolong Rehan. Sayangnya, upaya heroik tersebut sudah terlambat karena korban telah hanyut terbawa arus cukup jauh, diperkirakan sekitar 50 meter dari titik ia mulai tercebur, dan tidak berhasil dijangkau.

Kejadian ini sempat membuat warga sekitar kebingungan untuk mengidentifikasi korban.Hal ini disebabkan teman-teman korban yang panik memilih untuk melarikan diri dari lokasi kejadian. Satu-satunya petunjuk yang ditinggalkan adalah pakaian korban yang tertinggal di tepian sungai, berupa kaos berwarna merah bergambar klub football Manchester United dan logo Chevrolet, celana pendek berwarna abu-abu, serta sepasang sandal jepit berwarna kuning.

Baca juga :  Napak Tilas di TMP Kemarung, Forkopimda OKU Sempurnakan HUT TNI ke-80 dengan Ziarah Nasional

Laporan dari warga kemudian segera diteruskan kepada pihak berwenang.Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU pun langsung bergerak cepat. Sebanyak 12 personel yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Dadi Sutiadi, segera menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian dengan menggunakan perahu karet sebagai sarana utama.

Operasi penyelamatan ini tidak dilakukan sendirian.Tim BPBD memperkuat usaha dengan berkoordinasi dan dibantu oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil setempat dan puluhan warga masyarakat yang dengan sukarela turun langsung membantu mencari. Orang tua korban baru tiba di lokasi tragedi sekitar pukul 16.30 WIB, setelah mendapatkan kabar duka dari informasi yang telah tersebar luas di berbagai platform media sosial.

Hingga batas waktu peliputan ini,Muhammad Rehan Pahlepi masih dinyatakan hilang dan belum berhasil ditemukan oleh tim pencari. Operasi pencarian dipastikan akan terus dilanjutkan dan diperluas jangkauannya sepanjang aliran Sungai Ogan. Sementara itu, pengamanan di sekitar titik lokasi kejadian tetap dijaga ketat oleh personel Kepolisian Sektor (Polsek) Baturaja Timur untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. (GNN – red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *