Genting Bocor, Dinding Retak, Keluarga Sabar di Parit Andin Terkepung Rumah Lapuk, Warga Mendesak Bupati Anuar Sadat Segera Tindak!

GemaNusantaraNews.com, Jambi Tanjung Jabung Barat –
Warga RT 13 Parit Andin, Desa Lumahan, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, secara resmi mengajukan permohonan bantuan bedah rumah untuk keluarga Bapak Sabar. Permohonan mendesak ini ditujukan langsung kepada Bupati Tanjung Jabung Barat, H. Anuar Sadat, dan Wakil Bupati H. Katamso, menyusul kondisi rumah yang dinyatakan **tidak layak huni dan mengancam keselamatan.

Rumah seluas 30 m² tersebut berada dalam kondisi kritis: atap seng bocor di 5 titik utama, menyebabkan genangan air saat hujan; dinding kayu lapuk berlubang dan retak di seluruh sisi; lantai tanah becek yang membahayakan anak-anak; serta struktur pondasi miring yang berisiko roboh. “Kami takut setiap malam hujan deras. Ruang tamu sudah seperti kolam,” ungkap Siti (38), istri Bapak Sabar.

Baca juga :  Diduga Tak Transparan, Pengelolaan Dana Desa Sekumbung Dipertanyakan Warga

Keluarga Sabar, yang terdiri dari 5 orang (3 anak usia sekolah), termasuk dalam kelompok rentan ekonomi. Penghasilan harian Bapak Sabar sebagai buruh serabutan (Rp 25.000–40.000/hari) hanya cukup untuk kebutuhan pangan. “Sudah 12 tahun kami terpaksa bertahan di rumah ini karena tak ada biaya renovasi,” tambahnya dengan mata berkaca-kaca.

Permohonan diajukan secara kolektif oleh warga RT 13 melalui surat resmi bermaterai (30 Juni 2025), dilampiri:
– 7 foto bukti kerusakan (eksterior/interior)
– Rekomendasi tertulis dari Ketua RT dan Kepala Desa Lumahan
– Fotokopi KK/KTP dan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu)
– Data partisipasi keluarga dalam program bansos daerah.

Berkas telah diserahkan ke Dinas Sosial Tanjung Jabung Barat dan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (Disperkim). Salinan juga dikirim ke Kecamatan Senyerang dan Desa Lumahan untuk mempercepat verifikasi. “Kami minta tim teknis segera turun ke lapangan,” tegas Marwan (45), perwakilan warga.

Baca juga :  Ratusan Warga Serbu Gerakan Pangan Murah Polres OKU di Mapolsek Lengkiti

Permohonan ini merujuk pada Program Bedah Rumah PSP3K Kementerian PUPR dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) APBD 2025. Syarat utama adalah kepemilikan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) yang sudah diverifikasi desa. Catatan Disperkim: kuota bantuan bedah rumah di Tanjab Barat tahun ini mencapai 120 unit.

Ketua RT 13, Ahmad Fauzi, menyatakan: “Ini darurat! Jika pemerintah lambat bertindak, kami khawatir terjadi musibah. Keluarga Sabar adalah warga taat yang pantas dibantu.” Ia juga mengungkapkan harapan agar Bupati Anuar Sadat – yang dikenal pro-rakyat – segera menandatangani persetujuan.

Warga menuntut respons maksimal dalam 14 hari kerja. Penundaan bantuan berpotensi memicu efek domino: anak-anak terancam putus sekolah akibat lingkungan tak kondusif, risiko stunting, dan beban psikologis. “Bantuan ini bukan sekadar fisik rumah, tapi penyelamatan martabat manusia,” pungkas Kepala Desa Lumahan, Arifin S.Pd.

Baca juga :  Kapolres OKU Hadiri Puncak Latgabma Super Garuda Shield 2025 di Martapura

(GNN – APRIANDI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *