Warga OKU Turun ke Jalan, Tolak Kenaikan Tarif PDAM 100 Persen: Terlalu Berat untuk Rakyat

GEMANUSANTARANEWS.com,OKU Baturaja, 17 April 2025 – Aksi penolakan terhadap kenaikan tarif air PDAM Tirta Raja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kembali bergema di halaman Gedung DPRD OKU. Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli OKU (AMP) menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap kebijakan pemerintah daerah yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat kecil.

Aksi damai tersebut mendapat pengamanan ketat dari Polres OKU. Sebanyak 84 personel gabungan dikerahkan untuk menjaga situasi agar tetap kondusif. Pengamanan ini dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres OKU, Kompol Saharudin, S.H., atas perintah Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P. Turut serta dalam pengamanan antara lain Kabag SDM Kompol Alpian, S.E., M.M., Kasat Binmas AKP Ujang Abdul Azis, S.E., Kasat Reskrim Iptu Redho Agus Suhendra, S.T.rk, S.I.K., M.Si., Kasat Lantas AKP Fausiah Tamal, S.T.K., S.I.K., serta Kapolsek Baturaja Timur AKP Hariyanto, S.H.

Baca juga :  Proaktif Jaga Kamtibmas, Polsek Sinar Peninjauan Gelar Patroli Intensif KRYD

Massa aksi menolak keras kenaikan tarif PDAM yang melonjak hingga lebih dari 100 persen. Mereka menilai kenaikan tersebut sangat tidak wajar dan membuat beban hidup warga semakin berat, terutama di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. AMP menyebutkan bahwa kebijakan ini sangat merugikan pelanggan PDAM, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah.

Dalam orasinya, perwakilan AMP menyampaikan sejumlah tuntutan kepada DPRD dan Pemerintah Kabupaten OKU. Di antaranya adalah mendesak agar dilakukan evaluasi dan pengkajian ulang terhadap Surat Keputusan (SK) Pj. Bupati OKU M. Iqbal serta SK Direktur PDAM Tirta Raja yang menjadi dasar penetapan tarif baru. Perubahan batas volume tarif dari 0–20 m³ menjadi 0–10 m³ juga menjadi sorotan tajam karena dianggap semakin memberatkan pelanggan.

Aliansi ini juga meminta agar tarif air dikembalikan ke angka semula sebelum kenaikan diberlakukan. Massa menegaskan bahwa apabila tuntutan mereka tidak ditanggapi secara serius, maka masyarakat pelanggan PDAM siap untuk melakukan aksi mogok bayar sebagai bentuk protes lanjutan. Ancaman ini menjadi penanda bahwa ketegangan antara warga dan pengelola layanan air bersih belum mereda.

Baca juga :  Polres Tanggamus Tangkap Dua Pemuda Talang Padang, Diduga Lakukan Persetubuhan Terhadap Pelajar 14 Tahun

Meski aksi berlangsung dengan semangat dan penuh tekanan moral, situasi di lapangan tetap aman dan tertib. Aparat kepolisian mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif selama aksi berlangsung. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penyampaian aspirasi dapat berjalan tanpa adanya gesekan atau tindakan anarkis.

Pihak DPRD OKU sendiri menerima perwakilan massa untuk berdialog dan mendengarkan tuntutan secara langsung. Beberapa anggota dewan berjanji akan segera menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan, serta melakukan koordinasi dengan pihak eksekutif dan PDAM Tirta Raja guna mencari solusi terbaik yang tidak merugikan masyarakat.

Baca juga :  Gempur Kriminalitas! Polres Langkat Ungkap 13 Kasus Menonjol, 15 Tersangka Diamankan

Aksi yang dilakukan oleh AMP ini menjadi simbol perlawanan warga terhadap kebijakan publik yang dianggap tidak adil. Mereka berharap suara rakyat bisa menjadi pertimbangan utama dalam setiap pengambilan keputusan, khususnya yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat seperti air bersih.

(Humas Polres OKU/GNN – Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *