BATURAJA OKU,SUMATERA SELATAN,GemaNusantaraNews.com –
BATURAJA – Dalam upaya meringankan beban ekonomi warga di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok, Polsek Ulu Ogan menggelar Gerakan Pangan Murah secara serentak, Sabtu (09/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman kantor Polsek ini langsung menarik perhatian ratusan kepala keluarga dari berbagai wilayah sekitar.
Sebanyak total 3.000 kilogram atau setara dengan 3 ton beras disiapkan dalam kegiatan tersebut.
Beras kualitas SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) itu dikemas rapi menjadi 600 sak, dengan setiap sak berisi 5 kilogram, sehingga mudah dibawa pulang oleh warga yang membutuhkan.
Program ini merupakan bagian nyata dari komitmen Polri untuk mendekatkan pelayanan kepolisian sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Dengan adanya harga beras yang lebih rendah dari pasaran umum, diharapkan warga tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar meskipun tekanan inflasi sedang terjadi.
Ratusan warga yang berasal dari desa-desa di wilayah hukum Polsek Ulu Ogan tampak antusias mengantre sejak pagi.
Mereka dengan tertib menunggu giliran untuk membeli beras murah, membawa karung maupun keranjang sendiri.
Senyum lega terlihat di wajah para ibu rumah tangga yang biasanya mengeluh karena harga beras di pasar melambung tinggi.
Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., melalui Kapolsek Ulu Ogan, Ipda Omi E., menegaskan bahwa kehadiran Polri saat ini tidak hanya sebagai penegak hukum.
“Kami hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tapi juga sebagai pelayan masyarakat.
Gerakan Pangan Murah ini adalah wujud nyata kepedulian kami terhadap kondisi masyarakat saat ini,” ujarnya di tengah kesibukan melayani warga.
Lebih lanjut, Ipda Omi menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara Polri dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi.
Lokasi Polsek Ulu Ogan sengaja dipilih sebagai pusat kegiatan agar warga merasa aman dan nyaman, sekaligus mempererat hubungan emosional antara polisi dan komunitas pedesaan.
Dalam waktu kurang dari empat jam, seluruh jatah 600 sak beras ludes terjual dengan harga jauh di bawah harga eceran tertinggi (HET).
Salah seorang warga, Sumarni (45), mengaku sangat terbantu karena bisa menghemat hampir 50 persen dari belanja bulanannya.
“Berasnya bagus, harganya murah. Semoga sering diadakan lagi,” katanya haru.
Dengan berakhirnya kegiatan tepat pada pukul 12.00 WIB, Polsek Ulu Ogan berkomitmen untuk melanjutkan program serupa secara berkala, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan atau saat terjadi gejolak harga pangan.
Langkah ini membuktikan bahwa di tengah krisis pangan sekalipun, kepolisian bisa hadir sebagai solusi, bukan sekadar simbol keamanan.(red)












