Polda Sumsel Intensifkan Patroli di Pusat Keramaian Jelang Ramadan

Palembang,Sumatera Selatan,GemaNusantaraNews.com 15 Maret 2026 – Memasuki bulan suci Ramadan, aktivitas masyarakat di Kota Palembang mengalami peningkatan signifikan, terutama di pusat-pusat perbelanjaan dan pasar tradisional.

Menyikapi hal tersebut, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) melalui Operasi Ketupat Musi 2026 mengerahkan personel untuk melakukan patroli intensif di sejumlah titik keramaian.

Langkah ini diambil guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa sekaligus berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Pada hari ketiga pelaksanaan operasi, tepatnya Minggu (15/3/2026), patroli serentak dilakukan di beberapa lokasi strategis yang menjadi pusat aktivitas warga.

Beberapa kawasan yang menjadi prioritas pengamanan antara lain OPI Mall Jakabaring, Jakabaring Sport Center, serta kawasan Pasar Gubah Palembang.

Kehadiran aparat kepolisian di lapangan tidak hanya bertugas melakukan pengawasan, tetapi juga aktif memberikan imbauan keamanan kepada masyarakat yang beraktivitas di pusat keramaian tersebut.

Subsatgas Pengamanan Tempat Keramaian Ops Ketupat Musi 2026 memulai patroli di kawasan Jakabaring sejak pukul 10.00 WIB. Patroli yang dipimpin langsung oleh Kompol Indra Kusama ini melibatkan sembilan personel yang bertugas memantau situasi di OPI Mall Jakabaring dan Jakabaring Sport Center.

Baca juga :  Warga Kuala Apresiasi Langkah Cepat Polsek Kuala dan Polres Langkat Tangani Kasus Pencurian Wujud Nyata Komitmen Penegakan Hukum yang Adil dan Humanis

Dengan menggunakan pendekatan preventif, petugas berkeliling untuk memastikan tidak ada celah bagi pelaku kejahatan untuk beraksi di tengah kerumunan pengunjung.

Selain melakukan pengawasan situasional, petugas juga aktif memberikan edukasi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) kepada para pengunjung mal.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kejahatan seperti pencopetan dan pencurian barang bawaan yang kerap terjadi di tempat ramai.

Pengunjung juga diingatkan untuk segera melapor kepada petugas terdekat jika menemukan situasi atau orang yang mencurigakan di sekitar mereka.

Sementara itu, pada sore harinya, Subsatgas Pengamanan Ibadah menggelar patroli dialogis di kawasan Pasar Gubah Palembang mulai pukul 14.00 WIB.

Sebanyak 27 personel diterjunkan dalam kegiatan ini dengan misi utama berinteraksi langsung dengan para pedagang dan pengunjung pasar.

Baca juga :  Pelantikan dan Pengukuhan Korcan, Kordes, Relawan Sahabat Melinda

Kehadiran polisi di tengah hiruk-pikuk aktivitas jual beli diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mendekatkan diri dengan masyarakat.

Dalam interaksi tersebut, petugas menyampaikan pesan-pesan keamanan secara humanis, terutama mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal.

Pencopetan dan penjambretan disebut sebagai modus kejahatan yang paling rawan terjadi di lokasi padat pengunjung seperti pasar tradisional. Para pedagang pun diajak untuk ikut serta menjadi “mata dan telinga” kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar.

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho, menegaskan bahwa pengamanan di pusat keramaian merupakan prioritas utama selama bulan Ramadan.

Menurutnya, peningkatan aktivitas masyarakat di pusat perbelanjaan dan pasar harus dibarengi dengan kehadiran aparat yang nyata di lapangan.

“Kami memastikan personel hadir untuk menjaga keamanan, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas ibadah dan kesehariannya dengan tenang dan nyaman,” ujarnya saat dihubungi di sela-sela kegiatan.

Baca juga :  Polres Oku Bersama Pemkab Oku Dan Kodim 0403 OKU Berikan Makan Siang Bergizi Di SD Negeri 11 Oku

Senada dengan itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menambahkan bahwa patroli dialogis merupakan bentuk pendekatan humanis kepolisian dalam menjaga keamanan.

Ia menjelaskan bahwa melalui komunikasi dua arah, pihaknya ingin membangun kesadaran bersama antara polisi dan masyarakat.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tapi kita semua. Dengan membangun komunikasi yang baik, kami berharap masyarakat lebih peduli dan proaktif dalam menjaga lingkungannya,” tutupnya.(red)