Baturaja OKU Sumsel,GemaNusantaraNews.com –
Dalam upaya nyata menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat(Kamtibmas), Polres Ogan Komering Ulu (OKU) kembali menggelar operasi “Patroli Presisi”. Operasi yang berlangsung selama dua hari ini merupakan bentuk komitmen Polri untuk memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus menekan angka kejahatan konvensional yang kerap terjadi di wilayah hukum OKU, terutama pada malam hari.
Kegiatan patroli intensif ini dilaksanakan pada Selasa hingga Rabu,18-19 November 2025, dengan durasi yang cukup panjang, yakni dari pukul 21.00 WIB hingga 04.00 WIB dini hari. Operasi ini dipimpin langsung oleh Tim SSO Sat Samapta Polres OKU, yang merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan tugas pengamanan dan patroli di lapangan.
Melalui Kasubsipenmas Si Humas Polres OKU,Ipda Chandra M., S.H., Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., menegaskan bahwa Patroli Presisi ini difokuskan untuk memberangus tiga jenis gangguan utama: pungutan liar (pungli), aksi premanisme, serta tindak pidana 3C yang meliputi Pencurian dengan Penggunaan Kekerasan (Curas), Pencurian dengan Pemberatan (Curat), dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor).
Pemantauan dan pengawasan secara ketat dilakukan pada sejumlah titik yang diidentifikasi sebagai daerah rawan.Titik-titik strategis tersebut antara lain Jalinsum arah Baturaja – Martapura, Jalinsum Desa Batu Kuning – Semidang Aji, kawasan pemukiman penduduk, dan wilayah Kemiling. Lokasi-lokasi ini dipilih berdasarkan analisis kamtibmas yang memiliki kerentanan tinggi terhadap aksi kejahatan yang menjadi sasaran operasi.
Adapun tujuan dari operasi ini dirinci secara komprehensif.Pertama, untuk mencegah secara langsung terjadinya aksi kriminal. Kedua, untuk menciptakan dan memelihara rasa aman bagi masyarakat yang masih beraktivitas di luar rumah hingga larut malam. Ketiga, sebagai upaya persuasif untuk mengajak masyarakat pro-aktif dalam menjaga lingkungannya serta tidak ragu melaporkan hal mencurigakan ke polisi terdekat atau melalui layanan darurat 110.
Dalam pelaksanaannya,Tim Samapta tidak hanya mengandalkan satu metode. Mereka menerapkan kombinasi pola yang efektif, yaitu pola hunting (berkeliling aktif), pola stasioner (berdiri di titik tertentu), dan yang tak kalah penting adalah pola dialogis dengan pendekatan komunikasi langsung kepada warga. Metode ini terbukti efektif tidak hanya untuk mencegah kejahatan tetapi juga membangun kedekatan emosional.
Kehadiran personel Polres OKU yang rutin berpatroli hingga dini hari ini mendapat sambutan positif dari masyarakat.Warga sekitar menyatakan merasa lebih aman dan nyaman karena melihat kehadiran petugas secara langsung di lapangan. Respon ini memvalidasi bahwa kehadiran polisi yang terlihat secara kasat mata merupakan faktor penting dalam membangun persepsi keamanan.
Kegiatan patroli pada 18-19 November tersebut diakhiri dengan pemantauan situasi hingga dini hari untuk memastikan kondisi wilayah benar-benar kondusif dan bebas dari gangguan keamanan.Ipda Chandra, mewakili Polres OKU, menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen dan bahkan meningkatkan berbagai kegiatan preventif serupa guna menjaga stabilitas kamtibmas yang kondusif dan berkelanjutan di wilayah Ogan Komering Ulu.(gnn – red).












