Baturaja OKU Sumsel,GemaNusantaraNews.com –
Dalam komitmen nyata mendukung ketahanan pangan nasional,Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) Polsek Lengkiti kembali turun ke lapangan. Pada Senin (17/11/2025), mereka melaksanakan kegiatan rutin peninjauan dan pemantauan perkembangan tanaman jagung unggul di salah satu desa binaannya. Ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan sebuah upaya sistematis untuk memastikan kedaulatan pangan dari tingkat akar rumput.
Kegiatan pemantauan ini difokuskan pada pemeriksaan langsung kondisi fisik tanaman.Bhabinkamtibmas dengan cermat mengamati fase pertumbuhan jagung, mulai dari tinggi tanaman, kekuatan batang, hingga tanda-tanda awal pembentukan buah. Tujuannya jelas: untuk mendeteksi sedini mungkin jika terdapat gejala kekurangan nutrisi, serangan hama, atau penyakit yang dapat mengancam produktivitas lahan. Dengan intervensi dini, diharapkan masalah dapat segera diatasi sebelum meluas.
Tidak hanya fokus pada tanaman,peran Bhabinkamtibmas juga mencakup pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana pendukung. Mereka memastikan bahwa jaringan irigasi berfungsi dengan optimal untuk memenuhi kebutuhan air tanaman, terutama di musim kemarau. Selain itu, akses jalan menuju lahan juga diperiksa kelayakannya, guna memastikan kemudahan distribusi input pertanian seperti pupuk dan pestisida, serta kelancaran pengangkutan hasil panen nantinya.
Kegiatan strategis ini mendapatkan perhatian penuh dari jajaran pimpinan Polres Ogan Komering Ulu(OKU). Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., melalui Kapolsek Lengkiti, AKP Iklil Alanuari, S.H., S.T., menegaskan pentingnya peran ini. Melalui Kasubsi Penmas Sie Humas Polres OKU, Ipda Chandra. M, S.H., disampaikan bahwa ini adalah bentuk komitmen institusional Polri untuk secara aktif mendukung program-program prioritas pemerintah, khususnya dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan nasional.
Strategi yang diterapkan adalah pendampingan berkelanjutan dan preventif.Pemantauan rutin ini bukanlah kegiatan insidental, melainkan bagian dari agenda kerja tetap Bhabinkamtibmas. Pendekatan ini memungkinkan terjalinnya komunikasi yang intensif dengan petani, sehingga setiap kendala yang dihadapi di lapangan dapat didokumentasikan dan dicarikan solusinya bersama-sama dengan dinas terkait, menjembatani kesenjangan antara kebijakan dan implementasi di lapangan.
Dampak langsung dari kegiatan ini sangat dirasakan oleh para petani.Dengan adanya pendampingan dari figure berwibawa seperti Bhabinkamtibmas, petani merasa lebih terlindungi dan terbantu. Mereka mendapatkan kepastian bahwa tanaman mereka mendapatkan pengawasan ekstra, yang pada gilirannya meningkatkan motivasi dan semangat bercocok tanam. Harapannya, pendampingan ini mampu meningkatkan produktivitas dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga petani.
Secara makro,panen jagung yang sukses dan melimpah dari desa binaan ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan wilayah Kecamatan Lengkiti. Stok pangan yang stabil akan menjaga harga di tingkat konsumen, mengurangi kerentanan terhadap krisis, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Inilah wujud nyata dari konsep “pangan sebagai pondasi ketahanan nasional” yang diimplementasikan langsung oleh aparat keamanan.
Pada akhirnya,kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah hamparan jagung hijau adalah simbol dari peran Polri yang semakin mengakar dan humanis. Mereka tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi lebih sebagai pelindung, pengayom, dan penggerak pembangunan masyarakat. Komitmen untuk terus mendampingi para petani hingga masa panen tiba ditegaskan kembali, menegaskan bahwa upaya menjaga ketahanan pangan adalah tugas bersama yang dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.(gnn – red).












