Akibat Tidak Kordinasi, Niat Baik Menjadi Petaka.

Lampung Timur, Gemanusantaranews.com — Tokoh dan Masyarakat Adat Sekappung Limo Mego, yang didominasi dari Kecamatan Sekampung Udik dan Marga Sekampung, melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Lampung Timur, pada Kamis (31/10).

Salah satu juru bicara Tokoh Adat Sekappung Limo Mego, Raja Bandar, menjelaskan bahwa aksi unjuk rasa ini dipicu oleh penayangan kuliner khas Adat Sekappung Limo Mego, pada salah satu Televisi Nasional, pada (3/9) lalu, yang ternyata tidak sesuai dengan fakta dan budaya adat yang sesungguhnya.

“Pada Penayangan menu makanan Klawar, di Stasiun Televisi tersebut, disebutkan berbahan baku daging Kelelawar dari Gua Pandan di Desa Girimulyo, Kecamatan Marga Sekampung, padahal sebenarnya Makanan Klawar berbahan baku daging Kambing atau Sapi”, tegasnya.

Atas kesalahan penayangan masakan yang tidak sesuai itu, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Girimulyo telah mengakui kesalahannya, karena tidak berkoordinasi dengan masyarakat Adat Sekappung Limo Mego, saat memproduksi acara tersebut, bersama salah satu Stasiun Televisi Nasional.

Pokdarwis sempat berjanji untuk memenuhi tuntutan masyarakat Adat
Sekappung Limo Mego, yaitu membayar Denda Adat, dan menayangkan ulang masakan Klawar sesuai fakta yang sesungguhnya, tetapi ternyata hingga saat ini, janji tersebut belum direalisasikan.

Mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur, Sekretaris Daerah, Syahrudin Putera, menyatakan akan segera memanggil semua pihak yang terlibat dalam persoalan ini, untuk selanjutnya mencari jalan keluar yang terbaik.

“Persoalan ini harus segera diselesaikan, jangan sampai ada fakta dan sejarah adat di Kabupaten Lampung Timur ini, yang dipublikasikan tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya”, ujar Syahrudin Putera.(red)

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami untuk informasi terbaru, silakan berlangganan newsletter kami di bawah ini.

No Responses

Tinggalkan Balasan