Waduh..Lagi Lagi Diduga Curangi Rekanan, Pokja Lampung Timur Dilaporkan Ke Kejari Lamtim.

Lampung Timur , Gemanusantaranews.com — Merasa dicurangi dan dirugikan Kelompok Kerja (Pokja) , salah satu Rekanan Kabupaten Lampung Timur melapor ke Kejari Lamtim. Rabu 09/10/19 siang,

Amrulah Benbela serahkan beberapa bukti lelang pada lembaga Yudikatif. Didampingi Ketua Badan Pimpinan Cabang Himpunan Pengusaha Muda (BPC HIPMI) Kabupaten Lampung Timur, Amrulah menyerahkan berkas laporan yang diterima Yudi, salah stu Staf Kejaksaan Negri Sukadana Lampung Timur.

Dikatakanya, perusahaanya saat ini mengikuti tender/lelang pada paket Rehabilitasi pemeliharaan priodik Ruas jalan Raman Aji/Simpang NP -Kota Raman (R033(Rigid) nomor paket 187-B.TDR dengan pagu anggaran sebesar 900 juta lebih. Namun, pihak Pokja IV Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Kabupaten Lampung Timur tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya, diantaranya, mengumumkan pemenang lelang t tidak sesuai jadwal.

Menurut Amrulah, panitia atau pokja sebelumnya telah menjadwalkan tanggal 07/10/19, namun panitia secara tiba-tiba mengumumkan tanggal 04/10/19.,”Ini jelas sangat merugikan kita, mestinya diumumkan sesuai jadual yaitu tanggal 7, tiba-tiba dimajukan tanggal 04.

“parahnya lagi, kami sebagai peserta lelang tidak dapat melihat hasil pengumuman itu, karena kami tidak bisa lagi masuk ke server LPSE Provinsi Lampung itu, dan perusahaan kami hilang dari daftar lelang,” pungkas Amrulah.

Lanjutnya ,Kemungkinan adanya unsur kesengajaan dari Pokja, yang dengan sengaja menghilangkan daftar paket yang telah diikuti prosesnya sampai pada penawaran, sebelum tanggal pengumuman.

“dugaan kesengajaan dari Pokja menghilangkan data pekerjaan yang telah kami tawar itu, karena itu kami minta kepada pihak Kejaksaan Negri Lampung Timur agar dapat segera memanggil dan malakukan proses hukum terhadap para Pokja Kabupaten itu,” tegas Amrulah.(red)

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami untuk informasi terbaru, silakan berlangganan newsletter kami di bawah ini.

No Responses

Comments are closed.