Kami Akan Laporkan Ke Komisi II DPR RI serta Gugat Tim Seleksi Zona 3 Ke PTUN.

Lampung Timur,gemanusantaranews.com — Timsel KPU Zona 3 Lampung Timur akan digugat ke PTUN. Tim seleksi (Timsel) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Zona Wilayah 3 untuk Lampung Timur akan dilaporkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), karena dinilai tidak transparan dan memainkan peraturan dalam proses seleksi calon anggota KPU Lampung Timur

“Rencananya kami akan laporkan masalah ini ke Komisi II DPR, presiden dan juga ke PTUN.” kata arif setiawan. Apabila ditemukan unsur pidana kami juga akan laporkan ke polisi,” ujar Arip , Aktivis yang namanya dicoret Timsel KPU Zona 3 Wilayah Lampung Timur, Lampung Tengah & Kota Metro Ini (10/9/2019).

Arip tidak diloloskan karena dinilai tidak memiliki Pendidikan yang cukup, kemampuan dan pengetahuan tentang KPU . Padahal, pria ini pernah menjabat sebagai Panwas Kabupaten Kabupaten Lampung Timur tahun 2004 dan selanjut sebagai Panwaslu Kecamatan Samapi sekarang tanpa sekalipun terkena Kode etik oleh DKPP selama menjadi Penyelenggara , Hal itulah yang membuatnya emosi dan ingin membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi.”Ini sudah komplet semua, dokumen-dokumen sudah kami lengkapi. Mulai dari surat keputusan sebagai anggota Panwas, SK organisasi, Pemberitaan tentang Kepemiluan dan lain-lain,” terangnya sambil memperlihatkan berkas-berkas yang dimaksud.

Timsel KPU Zona 3 mencoret nama Arip pada tahap awal seleksi pemberkasan “Ini kan sudah bicara tahapan selanjutnya, sudah bukan tahapan seleksi administratif lagi, tapi dinyatakan gugur berkasnya tanpa diperlihatkan Nilai keseluruhan semua peserta sebagai bahan perbandingan , masa saya yang mantan anggota Panwas dibilang orang Penyelenggara seumur hidup dianggap tidak punya kemampuan untuk menjabat?” terangnya penuh tanda tanya.

Sementara itu Sekretaris LSM Gerakan Independen Pemberantasan Korupsi ( GIPAK ) Rini Mulyati mengatakan, tantangan timsel KPU Zona 3 adalah bertindak selektif dalam menentukan calon dan membuat kriteria. Punya metode yang tepat dalam menyaring calon penyelenggara pemilu yang lebih kredibel, bertanggung jawab, visioner, dan dengan kesadaran untuk meningkatkan kualitas demokrasi.

Kenyataan bahwa pelaksanaan Pemilu 2019 penuh dengan kontroversi, termasuk Pemilu yang jauh dari semangat menciptakan kompetisi jujur dan adil, merupakan modal awal untuk menempatkan secara pas calon-calon penyelenggara pemilu yang baru dan di harapkan memiliki integritas yang tinggi.

Dalam hal ini masyarakat berharap pemilu yg akan datang akan di selenggarakan oleh para komisioner yg benar-benar mampu menjunjung tinggi asas demokrasi, oleh karena itu kami meminta Timsel agar bisa mewakili harapan masyarakat dalam memilih komisioner yang baru Karena khusus untuk wilayah Lampung timur komisioner KPU berikut Bawaslu sudah mendapatkan sanksi peringatan keras bahkan pemberhentian dari posisi ketua.

Apakah orang orang seperti ini masih akan dipilih menjadi komisioner lagi oleh Timsel? Kalau segala aturan tidak diindahkan Timsel maka tidak perlu membuka tanggapan masyarakat, Karena jelas dari beberapa elemen masyarakat yang ada di Lamtim sudah memberikan tanggapan masyarakat terkait putusan DKPP untuk 5 komisioner KPU yang kebetulan kembali mengikuti seleksi calon komisioner KPU Lampung timur.”Seleksi sejatinya menimbang unsur-unsur seperti itu. Sehingga, proses seleksi tidak menjadi mekanik. Dalam artian, sebuah proses yang dijalankan secara mekanik tanpa penilaian unsur kredibilitas, kejujuran, prestasi, prospek, dan hal-hal yang terkait dengan sisi manusiawi lainnya,” terang Rini.

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami untuk informasi terbaru, silakan berlangganan newsletter kami di bawah ini.

No Responses

Comments are closed.