Merasa Dicurangi, Arif Setiawan Melayangkan Surat Terbuka Untuk Tim Sel Zona 3.

Lampung Timur, Gemanusantaranews.com – Arif Setiawan, salah satu pendaftar di pencalonan anggota KPU Lampung Timur gugur karena tidak memiliki jaringan ormas. Dirinya melayangkan Surat Terbuka. Selasa 10/09/2019

Kepada Yth,Timsel Calon Anggota KPU Wilayah Zona 3 Di-Tempat.

Dengan Hormat, Assalamualaikum Wr Wb ,Sebelumnya saya memohon seribu maaf kepada bapak/ibu di Timsel Zona 3.

Saya mungkin satu orang dari sekian banyak pendaftar di pencalonan anggota KPU Kabupaten Lampung Timur yang harus tereliminasi karena tidak memiliki jaringan ormas besar yang kuat di sana. 

Gara-gara perbuatan kalian, pola pikir saya bergeser hari ini, ormas besar tersebut yang dulunya pernah menempa saya, bahwa jalanilah hidup dengan slogan berlomba-lomba dalam kebaikan.

Justru saya merasakan sebaliknya, jalani hidup dengan kecurangan dan transaksional. Saya berusaha menerima kenyataan pahit ini, Tuhan, Allah SWT mengijabah doa saya, hantarkanlah saya ke lembaga itu jika kiranya memang Engkau Ridho, Ya…Rabbku. Saya akan berjuang dan memaksimalkan kekuatan saya, dan dengan perkenan-Nya saya diberi kesempatan masuk dalam seleksi ini berdasarkan pengalaman sebelumnya di atas saya telah digugurkan oleh tim seleksi, tanpa mengetahui secara jelas dan transparan, ia harus digugurkan.

Ada Rumor untuk penyelenggara bahkan sampai ke telinga saya Timsel, mendengar bisikan dari berbagai pihak. Ada calon komisioner merupakan pesanan sang Pemangku kepentingan & Organisasi tertentu, ada calon komisioner merupakan pesanan salah satu ormas besar di negeri ini.Saya bukanlah orang yang gara-gara saya mendambakan kekuasaan, kemudian saya mengorbankan intelektual dan pengalaman saya. 

Anda beserta dengan jajaran, ibarat malaikat suci tak punya dosa. Meneriakkan kampanye pilih yang bersih, pilih yang ber Integritas Tinggi. Saran saya, sebelum berteriak begitu, bersihkanlah dulu rumah anda yang sudah menjadi rahasia umum kalau dalam setiap perekrutan komisioner selalu dengan jalan transaksional.

Dengan lapang dada saya menerima kenyataan ini, dengan sangat terpaksa saya melantunkan doa untuk kalian semua. Semoga Allah SWT menghukum semua pihak yang sengaja berbuat zolim dengan keadaan ini. Haram semua gaji yang kalian terima dari negara.

Saya menantang semua Timsel silahkan bocorkan ke public, penyebabnya saya didepak dari pemberkasan ini yang dibutuhkan. Karena hasil pengumuman itu jauh dari asas transparan, hancur logika sehat saya, mencari peyebabnya mengapa saya digugurkan.

Tinggal saya yang memiliki Pengalaman kepemiluan tertinggi satu-satunya tapi pilihan Timsel jatuh ke yang lain.Jikalau Timsel masih setia dengan dosa-dosanya, buat apa repot-repot melakukan seleksi yang menghabiskan waktu berbulan-bulan.

Jikalau nilai Pemberkasan izajah SMA tidak ada guna-gunanya buat apa kegiatan itu diadakan, sementara anggarannya berbiaya mahal. Buat apa ada prasyarat dalam makalah, mencantumkan artikel kepemiluan, Pengalaman, ijazah, Pengalaman Organisasi , seandainya gara-gara keilmuannya seseorang harus didepak dari syarat kelulusan.

Kalian semua Timsel tidak perlu jumawa dan sok bersih. Boro-boro memperhatikan ada putusan DKPP, tapi diri sendiri masih berjibaku dengan perekrutan komisioner yang sarat transaksi dan manipulasi.Jangan pernah berharap penyelenggaraan Pemilu nanti akan menuai kepercayaan dari masyarakat. Tidak. Mustahil hasil akan berbicara keberhasilan, kalau dari awal anda sudah mendapat ketidak percayaan. 

Saya akan kampanyekan peristiwa ini ke  anteror Indonesia, khususnya Propinsi Lampung, Timsel Perekrutan calon KPU kini menjalankan perekrutan transaksional.

Saya akan berada di garda terdepan, akan mengkampanyekan tidak perlu ikut dalam pemilihan, karena KPU sarat dengan politik transaksional.Jika ada komisioner yang terjaring OTT, itu wajar. Jika ada komisioner menjual nomor urut itu wajar.

Sebab dari hulunya memang kita diajarkan untuk memilih cara-cara yang haram, agar menjadi bahan pertimbangan diloloskan sebagai anggota penyelenggara pemilu. Sampai kapanpun saya tidak akan pernah menceburkan diri lagi, dalam proses perekrutan penyelenggara pemilu. Hilang kepercayaan saya. Sampai akhir perjuangan ini, bahwa perjuangan untuk tiba di titian demokrasi substantive hanyalah omong kosong semua.

Penulis Arif Setiawan.

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami untuk informasi terbaru, silakan berlangganan newsletter kami di bawah ini.

No Responses

Comments are closed.